ATAPKOTA.COM – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melanjutkan agenda silaturahmi Ramadan dengan mengunjungi tokoh agama di wilayah Tangerang, Banten. Dalam kunjungan yang berlangsung Kamis, 12 Maret 2026, Gibran mendatangi Yayasan Al-Fachriyah di Larangan untuk bertemu dengan ulama sekaligus pengasuh yayasan, Habib Jindan bin Novel.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Wakil Presiden dalam mempererat hubungan pemerintah dengan tokoh agama dan masyarakat selama bulan suci Ramadan. Sebelumnya, Gibran juga sempat bersilaturahmi ke Majelis Al Habib Ali Al Habsyi di kawasan Islamic Center Indonesia, Kwitang, Jakarta Pusat.
Setibanya di Yayasan Al-Fachriyah sekitar pukul 11.45 WIB, Wakil Presiden disambut langsung oleh Habib Jindan bersama pengurus yayasan serta para santri. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Dalam kesempatan itu, Gibran dan Habib Jindan berbincang mengenai berbagai kegiatan pendidikan di lingkungan pesantren, termasuk program pembinaan santri dan aktivitas keagamaan yang rutin dilaksanakan di yayasan tersebut.
Agenda kunjungan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat zuhur berjemaah bersama para santri dan masyarakat sekitar di kompleks yayasan.
Selain bersilaturahmi, Wakil Presiden juga menyerahkan bantuan sosial kepada para santri dan warga sekitar pesantren. Bantuan tersebut berupa paket sembako serta perlengkapan pendidikan seperti buku dan alat tulis.
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah suasana Ramadan.
Bagi warga yang hadir, kunjungan Wakil Presiden menjadi momen yang berkesan. Salah seorang penerima bantuan, Nita, mengaku bersyukur dapat bertemu langsung dengan Wakil Presiden.
“Alhamdulillah sangat bersyukur bisa menerima bantuan ini. Senang sekali juga bisa bersalaman dan berfoto bersama Pak Gibran. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan terus dekat dengan masyarakat,” kata Nita.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempererat komunikasi dengan tokoh agama serta memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Edo/red)

































