ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), yang sebelumnya dikenal sebagai Barisan Relawan Jokowi Presiden, menggelar silaturahmi Ramadhan bersama sejumlah tokoh dan relawan di Kedai Aceh Lampoh Kemang, Jakarta Selatan. Pertemuan yang berlangsung Rabu, 11 Maret 2026, itu menghasilkan sejumlah poin sikap politik dan sosial yang disampaikan kepada publik.
Ketua Umum Bara JP, Willem Frans Ansanay, mengatakan para relawan menilai situasi geopolitik global yang memanas dan konflik antarnegara berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Karena itu, mereka mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan nasional sekaligus mendukung pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
“Kami mengajak masyarakat Indonesia tetap mengedepankan persatuan nasional serta percaya bahwa kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mampu membawa Indonesia melewati tekanan krisis ekonomi global yang dipicu konflik geopolitik,” kata Willem kepada wartawan usai acara.
Dalam pertemuan tersebut, para relawan juga menyatakan dukungan terhadap langkah evaluasi kinerja kabinet. Menurut Willem, perombakan kabinet diperlukan apabila terdapat menteri yang dinilai tidak optimal menjalankan tugasnya.
“Kami mendukung langkah reshuffle terhadap menteri yang dinilai kurang cakap atau berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden,” ujarnya.
Selain itu, Bara JP mendorong pemerintah mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, terutama kawasan Indonesia timur yang masih membutuhkan pemerataan infrastruktur dan ekonomi.
Di sisi lain, organisasi relawan tersebut juga meminta pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika serta lembaga terkait untuk menindak akun-akun media sosial yang dianggap menyebarkan provokasi.
“Bara JP meminta pemerintah menertibkan akun-akun provokatif yang berpotensi memicu perpecahan dan mengganggu persatuan nasional,” kata Willem.
Ia menambahkan, para relawan yang hadir juga sepakat melawan penyebaran disinformasi di ruang digital, termasuk narasi yang dinilai memuat fitnah, hoaks, dan ujaran kebencian terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
“Kami menilai narasi hoaks dan provokasi hanya akan memperkeruh ruang publik. Relawan berkomitmen melawannya dengan informasi yang faktual dan edukatif,” ujarnya.
Willem menegaskan, Bara JP tetap mengikuti arahan politik Jokowi untuk mendukung kepemimpinan nasional serta memperkuat basis dukungan terhadap pemerintahan yang berjalan.
“Relawan tetap konsisten mengikuti arahan Presiden Jokowi untuk menggalang kekuatan masyarakat dalam mendukung pemerintahan serta agenda pembangunan nasional,” kata dia.
Sejumlah tokoh dan organisasi relawan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Jeffry Posraya, Kanjeng Norman Pernusa, Habib Kribo, dan Farhat Abbas. Selain itu hadir pula perwakilan berbagai komunitas relawan seperti Derek Lohpaty Gibran Fans, Aliansi Relawan Prabowo–Gibran, Srikandi Prabowo–Gibran, Gerakan Milenial Indonesia Emas, Asosiasi Pelaku Usaha Desa, Jaringan UMKM, serta sejumlah tokoh lintas generasi.
Pertemuan berlangsung dalam suasana silaturahmi Ramadhan dan ditutup dengan diskusi terbuka mengenai situasi politik nasional serta peran relawan dalam menjaga stabilitas sosial dan persatuan masyarakat. (Edo/red)

































