ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) mendorong penguatan jejaring internasional sebagai bagian dari diplomasi intelektual mahasiswa. Upaya tersebut disampaikan organisasi mahasiswa hukum itu dalam inisiatif membangun dialog global dengan para diplomat negara sahabat, termasuk dengan perwakilan diplomatik Seychelles.
Ketua Umum PERMAHI, Azhar Sidiq, menilai mahasiswa hukum Indonesia perlu memperluas ruang diskusi hingga ke tingkat internasional. Gagasan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 15 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat perspektif global generasi muda di bidang hukum.
Menurut Azhar, negara kepulauan seperti Seychelles memiliki sejumlah kesamaan karakteristik dengan Indonesia. Persamaan itu terlihat pada tantangan pengelolaan wilayah kepulauan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hingga upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Ia menilai pengalaman Seychelles dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia, terutama bagi wilayah kepulauan seperti Kepulauan Seribu maupun kawasan timur Indonesia, termasuk wilayah Papua Tengah.
Azhar juga menyoroti peran Nico Barito, yang menjabat sebagai Duta Besar Seychelles untuk Indonesia sekaligus perwakilan negaranya di Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Menurutnya, pengalaman diplomatik tersebut dapat membuka peluang kerja sama lintas negara, khususnya dalam bidang pariwisata, lingkungan, serta ekonomi kreatif.
“PERMAHI ingin menjadi ruang diskursus yang tidak hanya bergerak pada isu nasional, tetapi juga aktif membangun dialog internasional untuk memperkaya perspektif mahasiswa hukum Indonesia,” ujar Azhar.
Ia menegaskan mahasiswa hukum harus mampu membaca dinamika global sekaligus menghadirkan gagasan yang solutif bagi masa depan bangsa.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PERMAHI menilai keterlibatan mahasiswa dalam forum internasional merupakan langkah strategis untuk membangun generasi pemimpin yang memiliki wawasan global.
Menurutnya, organisasi mahasiswa hukum perlu berani tampil di panggung internasional dengan membawa gagasan kebangsaan sekaligus memperkuat jaringan kerja sama global.
“PERMAHI percaya kolaborasi dengan para diplomat dan pemangku kepentingan global akan membuka peluang besar bagi mahasiswa hukum Indonesia untuk belajar, berdiskusi, dan berkontribusi dalam berbagai isu strategis dunia,” ujarnya.
Kontributor : rifqi maulana | Editor : Tim Redaksi.

































