Momentum Akademik, 7 Guru Besar Baru Lahir di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:34 WIB

40135 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, PADANGSIDEMPUAN- Sebanyak tujuh akademisi dikukuhkan sebagai guru besar di Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary dalam prosesi yang berlangsung di auditorium kampus tersebut pada Selasa, 17 Maret 2026.

Pengukuhan ini menjadi penanda penguatan tradisi akademik di perguruan tinggi keagamaan Islam yang menjadi rujukan masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Para guru besar menyampaikan orasi ilmiah yang menyoroti isu keilmuan, sosial, dan keagamaan sesuai bidang masing-masing.

Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Muhammad Darwis Dasopang, dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam dengan orasi bertajuk Integrasi Agama dan Budaya dalam Komunitas Minoritas Muslim melalui Pendidikan Islam.

Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Fatahuddin Azis Siregar, dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Islam melalui orasi Keterpaduan Etika dan Hukum dalam Perspektif Hukum Islam: Melampaui Kepatuhan Formal Menuju Subjek Hukum Ideal di Era Disrupsi.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Darwis Harahap, meraih gelar Guru Besar Ekonomi Islam dengan orasi Niat Nasabah Perbankan Syariah Menggunakan Layanan Digital: Perspektif Model UTAUT2 di Indonesia.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Arbanur Rasyid, dikukuhkan sebagai Guru Besar Sejarah Peradaban Islam melalui orasi Mencari Sakinah di Tengah Perbedaan Iman: Refleksi atas Pernikahan Beda Agama.

Selanjutnya, Armyn Hasibuan dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Akhlak Tasawuf dengan orasi Membangun Harmoni Sosial Masyarakat Kampus Berbasis Akhlak Tasawuf.

Sementara itu, Wakil Rektor UIN Syahada, Erawadi, turut dikukuhkan sebagai guru besar. Adapun Ketua STAIN Mandailing Natal, Sumper Mulia Harahap, meraih gelar Guru Besar Ilmu Pemikiran Islam melalui orasi Menjelajahi Keharmonisan Beragama melalui Dalihan Na Tolu di Tapanuli Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, H. Amin Suyitno, yang mengikuti acara secara daring, menegaskan bahwa peran guru besar tidak berhenti pada aktivitas mengajar di perguruan tinggi.

Menurutnya, guru besar dituntut menjadi teladan moral, membimbing dosen muda, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Ia juga mendorong penguatan budaya akademik yang kritis, inklusif, dan berkeadaban.

Rektor UIN Syahada, Muhammad Darwis Dasopang, menyatakan bahwa pencapaian guru besar merupakan hasil dari proses panjang yang menuntut konsistensi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Gelar ini bukan sekadar capaian pribadi, tetapi juga tanggung jawab untuk memperkuat integrasi keilmuan dan kontribusi akademik bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap ke depan akan lahir lebih banyak guru besar dari berbagai disiplin ilmu guna memperkuat posisi UIN Syahada sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang integratif.

Pengukuhan ini diharapkan mendorong peningkatan kualitas akademik serta memperluas kontribusi keilmuan kampus di tingkat regional maupun nasional. (Pardosi/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru