ATAPKOTA.COM, PADANG LAWAS — Aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Padang Lawas berhasil mempertemukan seorang balita perempuan dengan orang tuanya setelah sebelumnya ditemukan tanpa pendamping di area SPBU Hutalombang, Kabupaten Padang Lawas.
Peristiwa itu bermula ketika seorang karyawan SPBU menemukan balita tersebut berada di sekitar lokasi SPBU pada Jumat (27 Maret 2026) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat ditemukan, anak tersebut mengenakan kaus biru dan rok biru serta tidak memakai alas kaki.
Mengetahui kondisi anak tanpa pengawasan, karyawan SPBU kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.
Balita tersebut selanjutnya dibawa ke Polres Padang Lawas sekitar pukul 08.00 WIB untuk mendapatkan perlindungan sementara sambil menunggu proses identifikasi dan penelusuran keluarga.
Satreskrim Polres Padang Lawas segera berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk dinas sosial, lembaga perlindungan perempuan dan anak, serta pekerja sosial, guna memastikan keselamatan dan penanganan anak sesuai prosedur perlindungan anak.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 10.00 WIB, orang tua balita tersebut datang ke Polres Padang Lawas setelah memperoleh informasi mengenai keberadaan anaknya.
Setelah melalui proses verifikasi identitas dan pendampingan oleh pihak terkait, balita tersebut akhirnya diserahkan kembali kepada orang tuanya.
Kasat Reskrim Polres Padang Lawas AKP Irwansyah Sitorus, mewakili Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto, mengatakan proses penyerahan berlangsung di ruang Satreskrim Polres Padang Lawas sekitar pukul 11.00 WIB.
“Seluruh pihak memastikan kondisi anak dalam keadaan baik dan proses penyerahan dilakukan sesuai prosedur perlindungan anak,” kata Irwansyah, Sabtu 28 Maret 2026.
Selain memastikan keselamatan anak, pihak kepolisian juga membantu keluarga tersebut dengan memfasilitasi perjalanan menuju Kota Pekanbaru, sesuai permintaan orang tua untuk melanjutkan perjalanan ke rumah kerabat.
Irwansyah menilai peristiwa ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan aparat dalam menjaga keselamatan anak.
“Peran masyarakat sangat penting dalam situasi seperti ini. Dengan koordinasi yang cepat, anak dapat segera ditangani dan dipertemukan kembali dengan keluarganya,” ujarnya. (AP/red)

































