ATAPKOTA.COM, SUMUT – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkuat layanan kesehatan di wilayah Kepulauan Nias melalui penambahan tenaga dokter spesialis dan penguatan fasilitas rumah sakit. Upaya ini berdampak pada peningkatan layanan di Rumah Sakit Tafaeri, Kabupaten Nias Utara.
Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara dan rumah sakit pendidikannya. Sejak Maret 2025, sejumlah dokter spesialis ditempatkan di RS Tafaeri, meliputi bidang penyakit dalam, anestesi, obstetri dan ginekologi, serta patologi klinik.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyampaikan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan di daerah kepulauan. Ia menyebut pemerintah daerah menargetkan akses layanan kesehatan di Nias setara dengan wilayah lain di Sumatera Utara.
Surya menyampaikan hal itu saat menerima audiensi jajaran USU dan rumah sakit pendidikan di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (10 April 2026). Ia menilai pemenuhan tenaga medis menjadi faktor utama dalam peningkatan layanan kesehatan di daerah terpencil.
Data yang disampaikan menunjukkan jumlah kunjungan pasien di RS Tafaeri meningkat signifikan dalam satu tahun terakhir. Jika sebelumnya hanya berkisar 30 hingga 40 pasien per bulan, jumlah tersebut dilaporkan meningkat lebih dari sepuluh kali lipat setelah penempatan dokter spesialis.
Selain penugasan tenaga medis, pemerintah provinsi juga memberikan beasiswa kepada putra daerah Nias untuk menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Saat ini, tujuh peserta tengah menjalani pendidikan dengan harapan dapat kembali bertugas di daerah asal setelah lulus.
Surya menekankan pentingnya komitmen penerima beasiswa untuk mengabdi di wilayah Nias guna mengatasi kekurangan tenaga dokter spesialis.
Direktur Utama RS USU Inke Nadia Diniyati Lubis menyebut fasilitas RS Tafaeri sebenarnya telah memadai, termasuk ruang operasi. Namun, keterbatasan tenaga spesialis selama ini menjadi kendala utama dalam optimalisasi layanan.
Menurut dia, peningkatan jumlah pasien terjadi setelah layanan spesialis mulai tersedia secara rutin. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan layanan kesehatan yang sebelumnya belum terpenuhi di wilayah tersebut. (AP/red)



































