ATAPKOTA.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan daerah yang berdaya saing. Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara yang digelar pada Rabu, 15 April 2026, di Gedung DPRD Sumut, Medan.
Menurut Bobby, peringatan hari jadi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.
“Kolaborasi menjadi kunci untuk menggerakkan potensi daerah, mulai dari kawasan pantai barat hingga pesisir timur, serta wilayah pegunungan hingga kepulauan,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi”, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyoroti posisi daerah yang saat ini terdiri dari 33 wilayah otonom—25 kabupaten dan 8 kota—dengan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa.
Dalam pemaparannya, Bobby juga menyampaikan sejumlah indikator pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tercatat sebesar 4,53%, dengan kontribusi terhadap perekonomian Pulau Sumatera mencapai 23,52%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada angka 76,47 poin, sementara tingkat kemiskinan tercatat 7,24%.
Selain itu, rasio ketimpangan (gini ratio) berada pada angka 0,283 dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,32%. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tumbuh 5,23% dengan nilai per kapita mencapai Rp78,31 juta.
Di sektor lingkungan, indeks kualitas lingkungan hidup mencapai 73,96 poin, sementara penurunan emisi gas rumah kaca dilaporkan mencapai 25,78 juta ton CO2e.
Pada aspek tata kelola, indeks pelayanan publik tahun 2025 tercatat 4,27 poin dengan kategori sangat baik. Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) mencapai 69,11 poin dengan predikat B. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut sejak 2014.
Meski demikian, Bobby mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di beberapa wilayah. Ia menilai penguatan mitigasi bencana dan penataan ruang menjadi kebutuhan mendesak.
Selain itu, ia menyoroti persoalan kualitas sumber daya manusia, termasuk tingginya angka penyalahgunaan narkoba yang dinilai memerlukan penanganan berkelanjutan.
“Persoalan ini membutuhkan perhatian serius dan kolaborasi semua pihak,” kata Bobby.
Ke depan, Pemprov Sumatera Utara akan memprioritaskan pembangunan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah melalui hilirisasi sektor pertanian, industri, dan pariwisata.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Sumut, Sutarto, menyampaikan harapan agar Sumatera Utara terus berkembang seiring bertambahnya usia.
“Semoga Sumatera Utara semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala daerah kabupaten/kota, serta berbagai elemen masyarakat. (AP/red)


































