ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Peringkat keempat Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang diraih Kota Pematangsiantar dinilai sebagai hasil proses panjang dan kolaborasi lintas elemen, Kamis, 23 April 2026.
Sekretaris Jenderal DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Pematangsiantar, Chandra Yau, menyebut capaian tersebut tidak diperoleh secara instan.
“Tidak mudah mencapai posisi keempat. Sebelumnya Pematangsiantar sudah berada di peringkat lima, yang menunjukkan konsistensi dalam menjaga kerukunan,” ujarnya.
Menurut Chandra, capaian itu merupakan hasil kerja bersama antara Pemerintah Kota Pematangsiantar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta masyarakat.
Ia juga mengapresiasi peran Wali Kota Wesly Silalahi beserta jajaran pemerintah daerah dalam menjaga kebijakan yang inklusif terhadap keberagaman.
Chandra menilai karakter Pematangsiantar sebagai kota majemuk menjadi fondasi penting dalam membangun toleransi. Ia menyebut praktik saling mendukung antarumat beragama telah berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemerintah menunjukkan komitmen menjaga kemajemukan, didukung peran tokoh dan organisasi keagamaan yang aktif membangun harmoni,” kata dia.
Data Indeks Kota Toleran menunjukkan tren peningkatan posisi Pematangsiantar dalam beberapa tahun terakhir. Setelah berada di peringkat kelima pada 2024, kota ini naik ke posisi keempat pada 2025.
Chandra berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat agar kualitas toleransi di Pematangsiantar dapat dipertahankan dan ditingkatkan. (AP/red)




































