Rico Waas: Ulama Jangan Dijadikan Alat Kepentingan Sesaat, Pemimpin Harus Dekat dengan Tokoh Agama

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:09 WIB

4050 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Haflah Khas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (16/6/2026).

Tim Haflah Khas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (16/6/2026).

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa ulama tidak boleh diposisikan sebagai pihak yang hanya dicari ketika pemerintah menghadapi persoalan tertentu. Menurutnya, ulama harus menjadi mitra strategis yang senantiasa mendampingi jalannya pemerintahan agar tetap berada pada koridor moral dan kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Rico Waas saat menjamu makan siang bersama tim Haflah Khas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (16/6/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan kalangan ulama.

Dalam sambutannya, Rico Waas menilai kedekatan pemimpin dengan ulama merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang berintegritas. Ia mengingatkan agar ulama tidak dijadikan sekadar pelengkap atau hanya dimintai pendapat ketika pemerintah berada dalam situasi sulit.

“Ulama jangan dijadikan objek kepentingan sesaat. Jangan hanya dicari ketika pemerintah menghadapi persoalan atau membutuhkan masukan pada waktu tertentu,” ujar Rico Waas.

Rico mengakui setiap pemimpin memiliki keterbatasan sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan maupun kekhilafan. Karena itu, menurutnya, keberadaan ulama sangat dibutuhkan sebagai pengingat sekaligus penuntun moral dalam setiap proses pengambilan kebijakan.

“Seorang pemimpin bisa tetap berada di jalan yang benar apabila selalu didampingi ulama. Kita semua bisa salah, bisa khilaf, sehingga membutuhkan nasihat dan bimbingan,” katanya.

Momentum jamuan makan siang yang bertepatan dengan peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah itu juga dimanfaatkan Rico Waas untuk mengajak seluruh pihak melakukan refleksi diri. Ia menegaskan bahwa jabatan bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, pemerintah harus mampu menghilangkan sekat eksklusivitas dan membangun budaya pemerintahan yang lebih terbuka, inklusif, serta dekat dengan seluruh lapisan masyarakat.

“Mari kita jadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk mengevaluasi diri. Seorang pemimpin bukan untuk dihormati atau dielu-elukan, tetapi hadir sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Hasan Matsum, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang selama ini diberikan Pemerintah Kota Medan kepada MUI.

Ia menilai hubungan harmonis yang terjalin antara Pemko Medan dan MUI mencerminkan kemitraan yang positif dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.

“Apresiasi ini bukan hanya dari saya secara pribadi, tetapi juga dari seluruh jajaran pengurus MUI Kota Medan. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kebersamaan yang terus dibangun oleh Bapak Wali Kota,” ujar Hasan Matsum.

Dalam kesempatan tersebut, Hasan juga menjelaskan bahwa MUI memiliki tiga fungsi utama, yakni Khidmatul Ummah (melayani umat), Himayatul Ummah (melindungi umat), dan Shadiqul Hukūmah (menjadi mitra pemerintah).

Menurutnya, MUI akan terus menjalankan peran sebagai mitra strategis pemerintah dengan memberikan masukan, pembinaan, serta pandangan keagamaan yang konstruktif demi terciptanya kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan yang harmonis.

“MUI tidak hadir untuk berseberangan dengan pemerintah. Kami hadir sebagai mitra yang memberikan nasihat, bimbingan, serta menjadi jembatan antara pemerintah dan umat,” pungkas Hasan. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Nikah Siri hingga KDRT, DKPP Sidangkan Ketua Bawaslu Labuhanbatu
Hampir 1 Kilogram Ketamin Diamankan di Batu Bara, Seorang Pria Dibekuk Polisi
Kapolres Pematangsiantar Pimpin Sertijab Lima Pejabat, Ini Daftar Pejabat yang Berganti
Wali Kota Medan Rico Waas Dorong Anggaran Lebih Inklusif untuk Perempuan dan Penyandang Disabilitas
Kunjungi Parapat, Bupati Simalungun Soroti Potensi Pariwisata dan Pembangunan Infrastruktur
Bendera Merah Putih 2 x 50 Meter Dibentangkan di Muara Selat Malaka, Bupati Asahan Ajak Jaga Laut
Bobby Nasution dan Kakanwil Ditjenpas Bahas Pembinaan Warga Binaan hingga Pemberantasan Narkoba
Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II 2026 Ditutup, Prajurit Muda Dilantik Berpangkat Sersan Dua

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Dugaan Nikah Siri hingga KDRT, DKPP Sidangkan Ketua Bawaslu Labuhanbatu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Hampir 1 Kilogram Ketamin Diamankan di Batu Bara, Seorang Pria Dibekuk Polisi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Kapolres Pematangsiantar Pimpin Sertijab Lima Pejabat, Ini Daftar Pejabat yang Berganti

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Wali Kota Medan Rico Waas Dorong Anggaran Lebih Inklusif untuk Perempuan dan Penyandang Disabilitas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:09 WIB

Bendera Merah Putih 2 x 50 Meter Dibentangkan di Muara Selat Malaka, Bupati Asahan Ajak Jaga Laut

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Bobby Nasution dan Kakanwil Ditjenpas Bahas Pembinaan Warga Binaan hingga Pemberantasan Narkoba

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II 2026 Ditutup, Prajurit Muda Dilantik Berpangkat Sersan Dua

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Masuk Tahap Gladi, Panitia Tambah 3.400 Kursi

Berita Terbaru