ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Pemasangan tiang jaringan internet milik Linknet di Jalan Pane, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, pada Senin (22/06/2026), diduga menyebabkan pipa distribusi air milik PDAM Tirtauli mengalami kebocoran. Dugaan tersebut muncul setelah proses penggalian lubang untuk pendirian tiang diduga mengenai jalur pipa yang tertanam di bawah permukaan tanah.
Selain dugaan kerusakan pada jaringan pipa air, keberadaan tiang beserta instalasi kabel yang dinilai kurang tertata juga menjadi perhatian warga sekitar. Mereka menilai aspek keselamatan lingkungan perlu menjadi pertimbangan dalam setiap pekerjaan pemasangan utilitas.
Salah seorang warga, Ainun, yang rumahnya berada tepat di samping lokasi pekerjaan, mengaku tidak menolak pembangunan jaringan internet. Namun, ia mengkhawatirkan potensi risiko yang dapat timbul apabila pemasangan tidak memperhatikan faktor keamanan.
“Kami sebenarnya tidak keberatan dengan pemasangan tiang ini. Hanya saja, pada November 2025 pernah terjadi kebakaran yang bersumber dari tiang listrik di sekitar sini. Karena itu kami berharap aspek keselamatan benar-benar diperhatikan,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Ainun, tinggi tiang yang dipasang juga dinilai relatif rendah dibandingkan dengan tiang utilitas lainnya.
“Kalau menurut saya, tiang-tiang ini terlalu pendek,” katanya.
Di lokasi yang sama, Kepala Lingkungan bermarga Purba turut memantau jalannya pekerjaan. Saat dikonfirmasi, ia menjelaskan bahwa kehadirannya bukan atas instruksi resmi dari pihak kelurahan.
“Saya tidak mendapat perintah dari kelurahan. Saya hanya berjaga-jaga apabila ada warga yang ingin menyampaikan keberatan. Sampai saat ini belum ada protes dari masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, pengawas lapangan pemasangan tiang Linknet, Binser Sihite, menerangkan bahwa pendirian tiang tersebut merupakan penambahan titik penyangga jaringan.
“Tiang ini hanya sebagai sisipan. Selama ini kabel Linknet masih menumpang pada tiang jaringan lain. Karena berada di tikungan jalan, diperlukan tiang tambahan agar kabel lebih kuat dan aman,” ujarnya.
Saat dimintai keterangan terkait dugaan kebocoran pipa PDAM Tirtauli serta tanggung jawab atas kerusakan tersebut, Binser mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan petugas PDAM.
“Kami menghubungi petugas PDAM agar perbaikannya dilakukan oleh pihak yang berwenang. Kami khawatir apabila memperbaikinya sendiri hasilnya tidak sesuai standar,” katanya.
Namun demikian, salah seorang petugas PDAM Tirtauli bernama Adi menyampaikan bahwa terdapat biaya perbaikan yang menjadi tanggungan pihak pelaksana pekerjaan.
“Biaya perbaikannya Rp300 ribu, sudah termasuk material,” ujar Adi.
Keterangan serupa disampaikan petugas PDAM lainnya, Sinaga. Ia mengatakan insiden seperti itu bukan kali pertama terjadi dan umumnya diselesaikan melalui koordinasi antara kedua belah pihak.
“Sudah dikoordinasikan dengan pihak Linknet. Kejadian seperti ini memang pernah terjadi. Kadang kami juga saat bekerja tanpa sengaja mengenai kabel utilitas lain. Biasanya diselesaikan dengan komunikasi,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pemasangan tiang jaringan internet milik Linknet maupun perbaikan pipa PDAM Tirtauli yang mengalami kebocoran masih berlangsung. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari manajemen Linknet dan pihak PDAM Tirtauli mengenai dugaan kerusakan tersebut serta mekanisme pertanggungjawaban yang diterapkan.(*)
Kontributor : Valtin Silitonga-atapkota.




































