ATAPKOTA.COM, SUMUT – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya, menyatakan dukungannya terhadap rencana PT PLN (Persero) membangun 217 tower transmisi dari Kabupaten Langkat hingga Kota Medan. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi General Manager PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Rizki Aftarianto, di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, pada Senin (22/06/2026).
Proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan jaringan Tol Listrik Sumatera yang bertujuan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.
Dalam pertemuan itu, Surya menerima paparan mengenai pembangunan jaringan transmisi yang akan menghubungkan Sigli dan Aceh Utara di Provinsi Aceh dengan Pangkalansusu di Kabupaten Langkat hingga Helvetia, Kota Medan.
Menurut Surya, percepatan proses administrasi dan pembebasan lahan menjadi faktor penting agar proyek dapat berjalan sesuai target.
“Kalau secara administrasi sudah sampai ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, mudah-mudahan prosesnya segera selesai. Yang perlu diperhatikan adalah penyelesaian pembebasan lahannya,” ujar Surya.
Ia juga meminta PLN memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya dalam proses rekomendasi, perizinan, serta penetapan titik koordinat jalur transmisi.
“Komunikasi mengenai titik koordinat jalur tower dan perkembangan perizinan perlu terus dilakukan. Apabila ada kendala, kita bisa mencari solusi bersama,” katanya.
Pada kesempatan itu, Surya didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ardan Noor, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Dedi Harahap, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Ady Putra Parlaungan.
Selain membahas pembangunan jaringan transmisi, Surya juga meminta PLN memperhatikan masyarakat di wilayah terpencil yang hingga kini belum menikmati layanan listrik.
Menurutnya, pemerataan akses energi tetap harus menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sumatera Utara.
“Saya memahami ada perhitungan teknis dan ekonomi dalam pembangunan jaringan listrik. Namun, perlu juga disiapkan alternatif agar masyarakat di daerah terpencil dapat menikmati layanan listrik,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Sumbagut, Rizki Aftarianto, menjelaskan bahwa pembangunan jaringan transmisi tersebut bertujuan memperkuat sistem kelistrikan di kawasan pantai timur Sumatera bagian utara sehingga pasokan listrik tidak mudah terganggu apabila terjadi gangguan pada jaringan transmisi di wilayah lain.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, kata Rizki, PLN membutuhkan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, terutama dalam proses penetapan lokasi pembangunan.
Sebanyak 217 tower transmisi akan dibangun dengan jarak antar-menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV sekitar 400 meter. Sekitar 26 persen jalur transmisi melintasi kawasan permukiman dan perkotaan sehingga memerlukan koordinasi intensif dalam pelaksanaannya.
“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Selain memberikan ganti rugi atas lahan yang digunakan untuk pembangunan tower, PLN juga menyiapkan kompensasi bagi masyarakat yang terdampak jalur transmisi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rizki.
Terkait penyediaan listrik bagi wilayah pedalaman, Rizki mengatakan PLN telah menyiapkan alternatif melalui pemanfaatan panel surya untuk daerah dengan jumlah pelanggan yang relatif sedikit sehingga tetap dapat memperoleh akses listrik tanpa pembangunan jaringan transmisi yang membutuhkan investasi besar.(AP/red)




































