ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – Ribuan pomparan Toga Samosir dari berbagai daerah di Indonesia memadati Kecamatan Onan Runggu dalam gelaran Pesta Bolon Punguan Toga Samosir, Boru, Bere, dan Ibebere (PTSBI) se-Indonesia yang berlangsung selama tiga hari, 25–27 Juni 2026.
Kegiatan yang digelar pada Kamis (25/6/2026) itu diawali dengan lantunan lagu “O Tano Batak” yang menggema di arena acara. Lagu tersebut diperdengarkan atas permintaan Pemerintah Kabupaten Samosir sebagai simbol kecintaan terhadap Tanah Batak sekaligus membangkitkan rasa bangga para pomparan terhadap bona pasogit atau kampung halaman leluhur.
Kehadiran Wakil Bupati Samosir bersama jajaran pemerintah daerah disambut antusias ribuan peserta yang datang dari berbagai wilayah. Suasana semakin meriah saat Wakil Bupati bersama Ketua Umum PTSBI Raya Pontus Samosir dan jajaran pengurus melakukan pemukulan gondang sebagai tanda dimulainya rangkaian Pesta Bolon.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Samosir mengapresiasi pelaksanaan Pesta Bolon yang dinilai mampu menjadi wadah mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat identitas budaya seluruh keturunan Toga Samosir.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi keluarga besar Toga Samosir, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut meramaikan acara.
“Menjadi kebanggaan bagi kita melihat pomparan Toga Samosir dapat berkumpul dan bersatu. Ikatan emosional yang kuat menjadi modal penting dalam menjaga persaudaraan serta membangun daerah asal,” ujarnya.
Wakil Bupati juga mengajak keluarga besar Toga Samosir untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Samosir, khususnya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia menilai program bantuan pendidikan yang selama ini dijalankan PTSBI merupakan investasi penting untuk mencetak generasi muda yang mampu berkiprah di berbagai bidang dan memberikan manfaat bagi bangsa maupun daerah.
“Pembangunan Kabupaten Samosir tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk punguan marga. Karena itu, kami mengajak seluruh pomparan Toga Samosir untuk terus berbuat dan berkarya demi kemajuan bona pasogit,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir juga menyerahkan bantuan sebesar Rp100 juta kepada panitia sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Selain menjadi ajang mempererat persaudaraan, Pesta Bolon PTSBI tahun ini mengusung slogan “Ayo ke Onan Runggu” yang bertujuan memperkenalkan potensi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.
Berbagai atraksi budaya Batak turut ditampilkan selama kegiatan berlangsung, mulai dari pertunjukan seni tradisional hingga penampilan yang mengangkat nilai-nilai budaya leluhur. Rangkaian acara tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian adat dan budaya Batak di tengah perkembangan zaman.
Ketua Umum PTSBI Raya Pontus Samosir menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir yang dinilai memberikan dukungan penuh sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Samosir yang telah mendukung berbagai program PTSBI, mulai dari kegiatan lingkungan, penanaman pohon, penaburan benih ikan hingga pelaksanaan Pesta Bolon tahun ini,” ujarnya.
Pontus menjelaskan bahwa PTSBI tidak hanya bergerak di bidang pelestarian adat dan budaya, tetapi juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia.
Saat ini, kata dia, sebanyak 60 mahasiswa keturunan Toga Samosir telah menerima bantuan pendidikan dari organisasi tersebut untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Program tersebut diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak generasi muda yang memperoleh kesempatan pendidikan lebih baik dan mampu menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
Sementara itu, Ketua Panitia Pesta Bolon PTSBI Mangaratua Samosir mengungkapkan bahwa berbagai kegiatan telah dipersiapkan sejak tahun 2025 guna mempererat persaudaraan sekaligus mendukung pengembangan kawasan Onan Runggu.
Ia mengakui dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor yang membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.
“Sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, kami merasakan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Samosir sehingga seluruh agenda dapat terlaksana secara maksimal,” katanya.
Selain menggelar forum diskusi bagi generasi muda Toga Samosir, panitia juga melibatkan 21 pelaku UMKM lokal yang memasarkan berbagai produk unggulan selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran UMKM tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi kreatif masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kecamatan Onan Runggu sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Samosir.(AP/red)



































