PEMATANGSIANTAR, ATAPKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan Portal Utama Sistem Terpadu Harmonisasi Data (Pustaha) sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi data dan mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah.
Soft launching Pustaha digelar di Ruang Rapat Dinas Kominfo Kota Pematangsiantar pada Jumat (4/9/2026). Portal tersebut diharapkan dapat mendukung integrasi layanan, pemantauan kinerja, penyusunan kebijakan berbasis data, serta pengembangan program Smart City di Kota Pematangsiantar.
Kepala Dinas Kominfo Kota Pematangsiantar, Johannes Sihombing, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa pengembangan Pustaha juga berkaitan dengan proyek perubahan yang sedang dilaksanakannya במסגרת Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara.
Menurut Johannes, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penyampaian dan sosialisasi proyek perubahan kepada perangkat daerah di lingkungan Pemko Pematangsiantar.
“Proyek perubahan ini merupakan implementasi dan tindak lanjut dari kegiatan yang saya laksanakan sebagai peserta PKN Tingkat II. Karena itu, kegiatan hari ini penting untuk kami sampaikan kepada bapak dan ibu dari perangkat daerah,” ujar Johannes.
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) disebut telah terintegrasi dalam sistem tersebut. Di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan.
Johannes menegaskan, pembangunan Pustaha tidak semata-mata bertujuan menciptakan dashboard baru. Sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi dan data yang telah tersedia, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan layanan digital sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
“Yang kami bangun bukan sekadar dashboard baru, tetapi integrasi layanan dan data dari aplikasi yang sudah ada. Ke depan, sistem ini juga dapat dikembangkan sesuai kebutuhan,” katanya.
Ia menjelaskan, nama Pustaha merujuk pada wadah informasi dan data yang dihimpun melalui sebuah portal utama. Melalui sistem tersebut, data dari berbagai perangkat daerah diharapkan dapat terhubung dan dimanfaatkan secara lebih efektif.
Johannes berharap seluruh pimpinan OPD dapat memberikan dukungan terhadap keberlanjutan sistem tersebut. Menurutnya, pengembangan fitur Pustaha akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perangkat daerah.
“Kami berharap dashboard ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh perangkat daerah. Jika data dan aplikasi sudah terintegrasi dengan baik, manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga masyarakat Kota Pematangsiantar,” ujarnya.
Selain mendukung kebutuhan internal pemerintahan, Pustaha juga diarahkan untuk meningkatkan keterbukaan informasi kepada publik. Johannes menyampaikan bahwa subdomain sistem tersebut telah aktif dan dirancang untuk terhubung dengan perangkat daerah.
Ia berharap implementasi Pustaha dapat mendukung visi pembangunan Kota Pematangsiantar yang diusung Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., yakni mewujudkan kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pematangsiantar, Subrata Nata Lumbantobing, S.STP., M.S.P., mengapresiasi pelaksanaan soft launching Pustaha.
Subrata berharap peluncuran sistem tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan implementasi dan pemanfaatan yang nyata oleh seluruh perangkat daerah.
Ia menjelaskan bahwa Pustaha, berdasarkan penjelasan dalam kegiatan tersebut, memiliki makna yang berkaitan dengan kitab, pengetahuan, arah, dan kompas. Filosofi itu diharapkan dapat menjadi semangat dalam pemanfaatan data untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah.
“Kita mengetahui bahwa terdapat RPJMD 2025–2029 dan berbagai program prioritas pemerintah daerah yang akan dilaksanakan. Pelaksanaan program pembangunan tentu membutuhkan data yang akurat dan terintegrasi,” kata Subrata.
Menurutnya, kebutuhan terhadap data yang terintegrasi menjadi penting dalam mendukung perencanaan dan pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.
“Hari ini merupakan soft launching. Harapan saya, program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dikembangkan dan dapat terintegrasi dengan seluruh OPD,” ujarnya.
Subrata kemudian membuka kegiatan tersebut secara resmi.
Dalam kegiatan itu, peserta juga melakukan penandatanganan komitmen bersama terkait implementasi dan keberlanjutan Smart City serta Quick Wins enam dimensi Smart City Kota Pematangsiantar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan OPD, para camat, serta jajaran Dinas Kominfo Kota Pematangsiantar.(AP/red)






























