ATAPKOTA.COM, MEDAN – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan tokoh lintas gereja memperkuat peran dalam mencegah peredaran narkoba, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Ajakan tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, di Kantor HKBP Distrik X Medan-Aceh, Kota Medan, Kamis (22/10/2026).
Kapolda tiba sekitar pukul 14.30 WIB bersama sejumlah pejabat utama Polda Sumut, yakni Karoops, Dirbinmas, Dirpamobvit, Kabidpropam, dan Kabiddokkes. Rombongan disambut Victor Tinambunan bersama sejumlah pemimpin gereja, di antaranya Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt. Suwandi Sinambela, M.Th., Ephorus HKI Pdt. Dr. Tony Liston Hutagalung, Sekretaris Jenderal GKPS Pdt. Dr. Jan Hotner Saragih, M.Th., serta Sekretaris Umum PGI Wilayah Sumatera Utara Pdt. Ahmad Pinem, S.Th.
Dalam pertemuan tersebut, Sonny menyampaikan bahwa komunikasi dengan tokoh agama merupakan bagian dari upaya membangun kemitraan dengan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sumatera Utara.
Ia menilai tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun kesadaran umat, khususnya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba yang dapat berdampak pada kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.
“Kami ingin mengajak seluruh tokoh agama dan jemaat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menolak narkoba. Peran tokoh agama sangat penting untuk mengingatkan dan membangun kesadaran masyarakat agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar Sonny.
Selain mengajak gereja berperan dalam pencegahan narkoba, Kapolda meminta para pendeta menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada jemaat melalui kegiatan keagamaan. Menurutnya, edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
Sonny juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui nomor 110 apabila membutuhkan bantuan atau menemukan gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
Ia menegaskan, Polri membutuhkan partisipasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus membangun kepercayaan publik. Masyarakat diharapkan tidak ragu berkomunikasi dengan kepolisian maupun melaporkan persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan tidak takut kepada Polri. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menciptakan situasi yang kondusif,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan rencana deklarasi bersama masyarakat Sumatera Utara untuk menolak narkoba. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung bersamaan dengan pemusnahan barang bukti narkotika di Belawan.
Sementara itu, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, mengapresiasi kunjungan Kapolda Sumut beserta jajaran. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan gereja dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Victor menyatakan pesan yang disampaikan Kapolda akan diteruskan kepada jemaat HKBP. Ia juga menegaskan dukungan terhadap upaya kepolisian, terutama dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba.
Kolaborasi antara kepolisian dan lembaga keagamaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui edukasi dan keterlibatan nyata dalam kehidupan masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat pencegahan narkoba, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kesadaran bersama dalam memelihara kamtibmas.
Silaturahmi diakhiri dengan penyematan ulos oleh Ephorus HKBP kepada Kapolda Sumut, penyerahan plakat, dan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 15.15 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.(AP/red)
































