ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun bersama Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) menggelar Festival Seni dan Qasidah Tingkat Kabupaten Simalungun Tahun 2026 di Aula Tuan Johan Garingging, Hotel Simalungun City, Pematang Raya, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 26 Oktober 2026 ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat seni sekaligus memperkuat karakter melalui kegiatan bernuansa keagamaan.
Festival tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Albert R. Saragih, yang mewakili Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih.
Sebanyak 256 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri atas perwakilan kelompok nasyid dari 29 kecamatan di Kabupaten Simalungun, dengan rincian 63 peserta laki-laki, 164 peserta perempuan, serta 29 petugas atau official.
Pembukaan kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 151–155 oleh Zulfanli Lubis. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars LASQI yang dipandu Eva Yanti, serta doa yang dipimpin Riswansyah Hasibuan.
Ketua Panitia Festival Seni dan Qasidah Tingkat Kabupaten Simalungun, Riando P. Purba, melaporkan bahwa festival tahun ini mempertandingkan tiga cabang perlombaan.
Pertama, Bintang Vokalis Gambus untuk kategori anak-anak, remaja, dewasa, serta usia emas 50 tahun ke atas, baik putra maupun putri.
Kedua, Pop Islami untuk kategori anak-anak, remaja, dan dewasa putra-putri. Ketiga, Qasidah Rebana Klasik untuk kategori remaja dan dewasa putra-putri, dengan jumlah anggota sebanyak 11 orang dalam setiap kelompok.
Ragam perlombaan tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan, mengasah kreativitas, serta melestarikan seni musik Islami di Kabupaten Simalungun.
Wakil Ketua DPD LASQI Provinsi Sumatera Utara, Dr. Tuah Sirait, mengapresiasi dukungan Pemkab Simalungun terhadap penyelenggaraan festival tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama yang baik dalam memberikan ruang bagi putra-putri daerah untuk menampilkan kemampuan terbaik sekaligus mempersiapkan talenta yang berpotensi berprestasi di tingkat provinsi.
“Islam memberikan warna indah melalui seni; bait-bait syair menjadi keindahan sekaligus motivasi. Simalungun menjadikan LASQI sebagai mitra untuk membangun mental generasi penerus,” ucapnya.
Dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak dinilai penting agar pembinaan seni Islami dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak generasi muda.
Dalam sambutan Bupati Simalungun yang dibacakan Albert R. Saragih, pemerintah daerah menegaskan bahwa festival tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengembangkan potensi, mempererat persaudaraan, serta menyampaikan pesan kebaikan melalui seni yang bernafaskan nilai-nilai keagamaan.
“Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, generasi muda membutuhkan kegiatan positif guna membangun karakter. Pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga membangun manusia menjadi generasi yang berakhlak, kreatif, saling menghormati, dan bangga atas seni serta budaya kita,” jelasnya.
Pemkab Simalungun juga mengajak LASQI dan seluruh pemangku kepentingan agar festival tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Pemerintah berharap kegiatan tersebut diikuti dengan penyediaan ruang latihan, pendampingan, dan akses partisipasi yang lebih luas hingga tingkat nagori dan kecamatan.
Albert turut mengingatkan para peserta agar tampil maksimal dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, keberanian untuk belajar dan mengembangkan kemampuan merupakan bagian penting dari proses meraih keberhasilan.
“Kita ingin festival ini bukan hanya melahirkan juara di atas panggung, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berakhlak dan menjadi teladan di masyarakat,” tegas Albert.
Dalam rangkaian pembukaan, Albert R. Saragih mewakili Bupati Simalungun melantik dewan hakim melalui prosesi pemakaian toga. Selanjutnya, baiat dewan juri dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Simalungun yang diwakili Kasubbag Tata Usaha, Dedi Kuswandi.
Kehadiran dewan hakim dan pelaksanaan baiat menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diharapkan mendukung proses penilaian secara objektif dan bertanggung jawab.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Danbrigif TP 36/HM, Kapten Inf Herman Surbakti, perwakilan Danyonif 901 Suhul Gading, Mayor Inf Arifin Afif, jajaran Pemkab Simalungun, Ketua DPPD LASQI Kabupaten Simalungun Deni Sartika, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah serta Kemenag Kabupaten Simalungun, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para camat se-Kabupaten Simalungun.
Pemkab Simalungun menyampaikan terima kasih kepada LASQI, para pembina, dewan hakim, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya festival tersebut. Pemerintah berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, penilaian berlangsung objektif, dan persaudaraan antarwarga semakin erat.
Melalui festival ini, Pemkab Simalungun berharap seni dan qasidah dapat terus berkembang sebagai sarana pembinaan karakter, penguatan nilai keagamaan, serta pengembangan potensi generasi muda di daerah.(AP/red)
































