ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., menerima silaturahmi Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Pematangsiantar di Command Center Lantai 2 Balai Kota, Jalan Merdeka, Jumat (23/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan komunikasi antara pemerintah daerah dan umat Islam, termasuk peran MUI dalam mendukung kerukunan, pembangunan, dan kehidupan bermasyarakat.
Dalam pertemuan itu, Wesly didampingi Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis, S.H., M.H. Dialog berlangsung dengan membahas peran MUI sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, terutama terkait persoalan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Wesly menyatakan dukungannya terhadap kegiatan dan program DP MUI yang berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Kota Toleran (IKT) Pematangsiantar.
“Mengingat Kota Pematangsiantar kita sudah meraih peringkat keempat Kota Toleransi se-Indonesia. Semoga di tahun berikutnya akan meningkat, dan itu langkah strategis kita,” katanya.
Wesly berharap DP MUI terus berperan dalam memperkuat moderasi beragama serta mendukung program pembangunan yang sejalan dengan visi Kota Pematangsiantar menuju kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Ia juga meminta MUI menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan serta upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan warga.
“Saya juga meminta dan sangat berharap DP MUI menjadi jembatan komunikasi dan penyampai bahwa Pemko Pematangsiantar akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan terus berupaya persuasif mewujudkan cita-cita kita, sesuai visi-misi yang dicanangkan. Saya juga ingin DP MUI terus ikut serta sebagai mitra strategis bidang keagamaan dan merangkul seluruh lapisan elemen di Pematangsiantar,” ujarnya.
Menurut Wesly, keterlibatan organisasi keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat serta memperkuat kehidupan toleran di tengah keberagaman.
Ketua DP MUI Kota Pematangsiantar, Drs. H. M. Ali Lubis, bersama Sekretaris H. Ahmad Ridwansyah Putra dan Ketua Dewan Pertimbangan H. Rafii Nasir menyampaikan pandangan mengenai peran dan fungsi MUI dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan.
Ali menjelaskan bahwa MUI dapat menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan aspirasi umat Islam. Selain itu, MUI dapat memberikan masukan, nasihat, serta fatwa yang berkaitan dengan kemaslahatan umat dan perumusan kebijakan publik.
Sejumlah bidang yang menjadi perhatian antara lain ekonomi syariah, jaminan produk halal, zakat, haji, dan wakaf.
“Kami juga dapat memberikan masukan, nasihat, serta fatwa kepada pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik yang menyangkut kemaslahatan umat, misalnya di bidang ekonomi syariah, jaminan produk halal, zakat, haji, dan wakaf,” terang Ali.
Ia menegaskan, MUI akan terus mendukung program pemerintah yang membawa manfaat bagi masyarakat. Pada saat yang sama, MUI juga menjalankan peran sebagai mitra kritis dengan memberikan koreksi secara konstruktif dan santun apabila terdapat kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan umat atau nilai-nilai agama.
Ali juga menekankan peran MUI dalam membantu pemerintah menjaga harmoni sosial, kerukunan antarumat beragama, dan persatuan bangsa melalui pendekatan keagamaan yang moderat atau wasathiyah.
“Kami juga sebagai akselerator kerukunan dan persatuan: Membantu pemerintah dalam merawat harmoni sosial, kerukunan antar umat beragama, dan persatuan bangsa melalui pendekatan keagamaan yang moderat (wasathiyah). Karena MUI adalah tenda besar Umat Islam,” tuturnya.
Silaturahmi tersebut menjadi ruang dialog antara Pemerintah Kota Pematangsiantar dan DP MUI untuk memperkuat kemitraan dalam bidang keagamaan, meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, serta mendukung terciptanya kehidupan kota yang rukun dan toleran.(AP/red)
































