ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Tanah longsor di Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menutup akses jalan masyarakat dan berdampak pada aktivitas warga, termasuk perjalanan anak-anak menuju sekolah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan peninjauan dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk mempercepat penanganan serta pemulihan akses transportasi.
Berdasarkan laporan pihak kecamatan, longsor terjadi pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di Dusun Nagori Mariring, Nagori Tani, Kecamatan Silou Kahean. Curah hujan tinggi diduga memicu longsoran tanah dari perbukitan di sisi jalan. Material tanah dan pepohonan kemudian menutupi badan jalan sehingga menghambat mobilitas warga.
Peristiwa tersebut juga menyebabkan aliran listrik di lokasi terputus. Selain itu, masih terdapat potensi longsor susulan di sisi badan jalan. Hingga laporan diterima, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Simalungun turun ke lokasi pada Jumat (30/10/2026) untuk meninjau kondisi lapangan, mendata dampak, dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Dari hasil peninjauan awal, jalan yang tertutup material longsor hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Simalungun, Robbi Sinaga, mengatakan peninjauan dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini dan menentukan kebutuhan penanganan. Ia turun bersama personel BPBD atas mandat Kepala BPBD, didampingi unsur kecamatan dan masyarakat setempat.
“Dalam penanggulangan bencana, keselamatan jiwa masyarakat merupakan prioritas utama. Karena itu kami melakukan peninjauan sekaligus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kondisi lapangan serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan,” ujar Robbi.
Menurut laporan pihak kecamatan, longsor tersebut berdampak pada sekitar 50 kepala keluarga (KK). BPBD bersama Pemerintah Kecamatan Silou Kahean dan perangkat Nagori Tani telah melakukan asesmen awal serta berkoordinasi untuk memetakan kondisi dan kebutuhan darurat masyarakat terdampak.
Untuk membuka kembali akses jalan, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) terkait mobilisasi alat berat guna membersihkan material tanah dan pepohonan yang menutup badan jalan.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan dukungan bagi masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan. Penanganan melibatkan BPBD Simalungun, unsur Kecamatan Silou Kahean, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), perangkat nagori, pihak perusahaan swasta, serta masyarakat setempat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap bencana yang berdampak pada masyarakat. Ia meminta koordinasi antarperangkat daerah dan unsur terkait diperkuat agar penanganan berjalan cepat dan tepat.
“Pemerintah Kabupaten Simalungun berkomitmen tanggap terhadap kejadian bencana. Koordinasi antarperangkat daerah dan seluruh unsur terkait harus terus diperkuat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat,” tegas Mixnon.
Sekda juga mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan berintensitas tinggi. Masyarakat diminta segera melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan kepada aparat setempat.
Warga yang melintasi kawasan terdampak juga diminta berhati-hati dan tidak memaksakan perjalanan menggunakan kendaraan roda empat sebelum jalan dinyatakan aman untuk dilalui.
Pemkab Simalungun melalui BPBD dan instansi terkait terus mengupayakan penanganan terpadu untuk meminimalkan dampak longsor dan memulihkan akses masyarakat. Kecepatan pembersihan material, kepastian keamanan jalan, serta pemulihan aliran listrik menjadi hal penting bagi warga yang terdampak.(AP/red)































