Pedagang Rojer Pematangsiantar Kritik Larangan Impor: “Kami Mau Makan Apa?”

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 11:03 WIB

40408 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedangang Rojer Pasar Horas dan PP Unit Pasar Horas.

Pedangang Rojer Pasar Horas dan PP Unit Pasar Horas.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Pedagang pakaian bekas impor atau rojer di Pasar Horas Jaya, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, menyampaikan tanggapan sedih atas rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang ingin kembali menggalakkan larangan impor bal pakaian bekas. Karena itu, para pedagang berharap pemerintah meninjau ulang rencana tersebut.

“Kalau impor atau penjualan rojer ditutup, kami mau bekerja apa lagi? Sumber penghasilan kami hanya dari sini,” kata Enjel Br. Situmorang, pedagang rojer di Pasar Horas Jaya, Senin (17/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa pakaian bekas yang para pedagang jual berasal dari luar Pulau Sumatra, tepatnya dari Bandung, Jawa Barat. Selain harganya terus naik, biaya pengiriman dan beberapa biaya tambahan lain, termasuk biaya keamanan di jalan, juga meningkat. Oleh karena itu, para pedagang membutuhkan modal lebih besar. Selain itu, jumlah agen pemasok sudah mulai menurun sehingga pedagang sulit mendapatkan barang yang siap dijual.

Br. Situmorang menambahkan bahwa menjelang Natal dan Tahun Baru, para pedagang biasanya menghadapi kondisi harga lebih mahal dan pasokan lebih sedikit. Ia juga menyebut bahwa razia pakaian bekas impor hampir tidak pernah lagi dilakukan dalam dua tahun terakhir.

Menurutnya, munculnya pedagang rojer terjadi karena masyarakat kesulitan mencari lapangan pekerjaan. Karena itu, ia mempertanyakan alasan pemerintah melarang usaha tersebut. “Jualan rojer bisa menekan angka pengangguran. Banyak anak tamat SMA atau putus kuliah memilih berdagang,” ujarnya.

Sementara itu, Sitompul, pedagang lainnya, menilai pelarangan pakaian bekas impor berpotensi menimbulkan praktik dagang tidak sehat. Ia menilai kebijakan tersebut membuat barang langka dan mahal sehingga pihak yang diuntungkan hanya para saudagar besar dan pemasok ilegal yang mampu mengatur oknum keamanan.

“Dari dulu rojer dilarang, tapi tetap masuk. Memang ada permainan. Oknum tertentu yang diuntungkan,” katanya.

Di sisi lain, Larsen Simatupang, Ketua Pemuda Pancasila Unit Pusat Pasar Kota Pematangsiantar, berharap pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut. Ia meminta pemerintah menyusun peta jalan atau regulasi yang jelas dan terukur bagi kelangsungan usaha pedagang rojer. (Ilham/red)

Berita Terkait

Lima Calon Mahasiswa ULB Terima Beasiswa Penuh, Doni Nasution Dukung Labuhanbatu Cerdas
PGI Dorong Gereja Perkuat Perlindungan Pekerja Migran dan Cegah TPPO
Patroli Malam Sat Lantas Polres Simalungun Sasar Jalur Pematangsiantar–Perdagangan
Jumat Berkah, Lizera Coffee dan DPC PJS Labuhanbatu Kompak Berbagi
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo
Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat
Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba
Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:05 WIB

Lima Calon Mahasiswa ULB Terima Beasiswa Penuh, Doni Nasution Dukung Labuhanbatu Cerdas

Senin, 7 September 2026 - 15:44 WIB

PGI Dorong Gereja Perkuat Perlindungan Pekerja Migran dan Cegah TPPO

Sabtu, 5 September 2026 - 12:40 WIB

Patroli Malam Sat Lantas Polres Simalungun Sasar Jalur Pematangsiantar–Perdagangan

Jumat, 4 September 2026 - 16:58 WIB

Jumat Berkah, Lizera Coffee dan DPC PJS Labuhanbatu Kompak Berbagi

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Berita Terbaru