Public Hearing Perubahan PDPHJ ke Perumda, Pengawasan dan Dampak Operasional Jadi Sorotan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025 - 11:30 WIB

40197 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) menggelar Public Hearing terkait rencana peningkatan status hukum menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Horas Jaya. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Mini, Rabu (26/11/2025)

Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) menggelar Public Hearing terkait rencana peningkatan status hukum menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Horas Jaya. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Mini, Rabu (26/11/2025)

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) menggelar Public Hearing terkait rencana peningkatan status hukum menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Horas Jaya. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Mini, Rabu (26/11/2025), dan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Zainal Siahaan, S.E., M.M., membuka rapat dengan menegaskan bahwa proses perubahan status ini harus berjalan terukur agar mampu memperkuat tata kelola perusahaan. Ia menyampaikan bahwa Public Hearing menjadi bagian penting untuk menyempurnakan regulasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pasar.

Direktur Utama PDPHJ, Bolmen Silalahi, yang didampingi Direktur Umum Rizal Lubis, turut hadir bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kepemudaan, serta perwakilan pedagang.

Ketua Pemuda Pancasila Unit Pusat Pasar, Larsen Simatupang, hadir bersama Kepala Bidang Media, Hendra Jati Sitompul. Ia mengingatkan pemerintah agar mempertimbangkan dampak hukum, keuangan, dan operasional sebelum menetapkan perubahan status. Ia juga mempertanyakan kejelasan analisis kebutuhan serta kajian akademik yang disusun sebagai dasar perubahan. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh menjadi formalitas semata, melainkan harus mampu mengurangi maladministrasi dan meningkatkan pelayanan.

Larsen menekankan perlunya mekanisme pengawasan yang konkret, terutama dalam pengelolaan keuangan, penetapan tarif retribusi, dan pengelolaan aset daerah. Ia menilai Perumda Pasar Horas Jaya harus memastikan transparansi demi menjaga kepercayaan pedagang.

Sementara itu, akademisi sekaligus penyusun naskah akademik, Riduan Manik, menyampaikan bahwa percepatan perubahan status menjadi kebutuhan mendesak. Ia menjelaskan bahwa PDPHJ sebelumnya berada dalam kondisi tidak sehat, meskipun kini menunjukkan perbaikan signifikan. Dengan perubahan status dan penyertaan modal, ia berharap layanan kepada pedagang dapat meningkat, terutama dalam aspek kebersihan, penataan lapak, dan pemerataan fasilitas.

Riduan juga menilai penataan zonasi pedagang harus dilakukan secara selektif agar pasar tertib dan persaingan tetap sehat. Di sisi lain, Br. Siarat, salah satu pedagang, berharap perubahan status dapat memulihkan kembali keramaian Pasar Horas dan menciptakan kenyamanan bagi pedagang serta pembeli.

Melalui Public Hearing ini, pemerintah diharapkan segera merampungkan regulasi agar Perumda Pasar Horas Jaya dapat beroperasi secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Ilham/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru