ATAPKOTA.COM – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan komitmen pemerintah menjadikan pesantren sebagai bagian dari ekosistem pembangunan sumber daya manusia unggul. Hal tersebut disampaikan saat Wapres mengunjungi Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres mendorong para santri untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robotika agar mampu bersaing di tengah percepatan transformasi digital.
Menurut Wapres, pesantren memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya kuat secara moral dan spiritual, tetapi juga kompeten dalam menghadapi tantangan zaman.
“Saya yakin santri itu akhlaknya baik dan penguasaan ilmu agamanya kuat. Namun, hal itu perlu diiringi dengan penguasaan ilmu yang adaptif, inovatif, dan mengikuti perkembangan zaman. Santri harus terus didorong untuk berinovasi,” ujar Wapres.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas pembangunan nasional. Wapres menjelaskan bahwa investasi di sektor pendidikan terus diperkuat, mulai dari perbaikan sarana sekolah, pembangunan sekolah unggulan, hingga pengenalan materi coding dan AI dalam kurikulum pendidikan.
“Sesuai arahan Presiden, investasi di bidang sumber daya manusia terus ditingkatkan. Program sekolah rakyat, sekolah Garuda, pembelajaran coding dan AI, hingga pengembangan fakultas AI di perguruan tinggi terus didorong. Santri juga harus ikut mengambil peran dalam perkembangan tersebut,” katanya.
Pondok Pesantren Cipasung yang berdiri sejak 1931 atas prakarsa KH. Ruhiat dikenal sebagai pesantren yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Saat ini, Cipasung mengelola pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi, di antaranya Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung (UNIK), Universitas Cipasung (UNCIP), Sekolah Tinggi Teknologi Cipasung (STTC), serta program pascasarjana.
Sebagai bagian dari transformasi pendidikan, pesantren tersebut menjalin kerja sama dengan Microsoft dalam pelatihan kecerdasan buatan serta dengan Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) untuk pelatihan robotika bagi santri dari berbagai jenjang pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran juga menyaksikan langsung presentasi karya santri di bidang AI dan robotika. Berbagai karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga berkembang menjadi pusat inovasi teknologi berbasis nilai-nilai keislaman.



































