Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI, Sampah Jadi Prioritas Nasional

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:13 WIB

40170 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres

ATAPKOTA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan penanganan persoalan sampah nasional akan dilakukan secara terpadu dan sistemik, bukan lagi bersifat sporadis dan reaktif. Komitmen itu disampaikan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.

Dalam forum tersebut, Prabowo mengumumkan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) sebagai gerakan nasional lintas sektor. Pemerintah, kata dia, ingin menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya bersama yang dimulai dari aparatur negara hingga masyarakat.

“Resik itu artinya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini mungkin hanya sebuah nama, tetapi wujudnya nyata. Semua instansi pemerintahan harus memimpin kerja bakti. Anak sekolah juga tidak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan ribu orang bergerak, cepat hasilnya,” ujar Prabowo.

Presiden mengakui persoalan sampah telah mencapai tahap krusial. Ia mengungkapkan hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028, bahkan di sejumlah daerah bisa terjadi lebih cepat.

“Sampah ini menjadi masalah. Diproyeksikan hampir semua TPA akan overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” kata Prabowo.

Sebagai respons, pemerintah berencana memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Proyek tersebut diharapkan mampu mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan energi. Namun Presiden menekankan, pembangunan infrastruktur semata tidak akan cukup tanpa sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung. Ini 34 proyek segera kita mulai. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini. Bagaimana kita mau jual pariwisata, kalau lingkungan kita jorok dan kotor?” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menyinggung kegagalan kebijakan pengelolaan sampah selama ini yang cenderung menumpuk di hilir, TPA, tanpa pembenahan serius di hulu, seperti pengurangan, pemilahan, dan daur ulang. Padahal, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah telah menegaskan pendekatan pengelolaan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Selain isu sampah, Prabowo juga memperkenalkan gagasan “gentengisasi” sebagai bagian dari penataan lingkungan permukiman. Ia menilai dominasi atap seng membuat kawasan menjadi panas, tidak tahan lama, dan merusak estetika.

“Seng ini panas untuk penghuni, seng juga berkarat. Tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujarnya.

Presiden bahkan menautkan persoalan estetika lingkungan dengan simbol kebangkitan bangsa.

“Saya berharap dalam dua sampai tiga tahun, Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan kebangkitan. Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah. Rakyat kita harus bahagia,” tandasnya.

Namun demikian, gagasan besar tersebut masih menyisakan pertanyaan kebijakan: dari mana sumber pendanaan program waste to energy dan gentengisasi akan berasal, bagaimana skema pembiayaannya di daerah, serta sejauh mana kesiapan regulasi dan pengawasan agar proyek-proyek lingkungan tidak berakhir sebagai proyek mercusuar tanpa dampak jangka panjang. (Edo/red)

Berita Terkait

Ustadz Ahmad Fauzi Lubis Apresiasi Satresnarkoba Pematangsiantar Ungkap Kasus Sabu 1 Kilogram
Wali Kota Wesly Silalahi Turun Langsung Bersihkan Drainase di Sibatu-batu Lewat Program Jumpa Berlian
PLN Gerak Cepat Pulihkan Kelistrikan Sumut Usai 12 Tower Transmisi Rusak Diterjang Angin Kencang
GOKIL, 1.015 Pelari dari 34 Negara Serbu Samosir di Trail of The Kings UTMB 2026
ForBINA Minta Konflik Pengolahan Gas Blok Andaman Diselesaikan Lewat Win-Win Solution
Indonesia Menang 3-0 atas Timor Leste, Bobby Nasution Optimistis Timnas U19 Hadapi Vietnam
Gibran Beri Dukungan untuk Museum Asmat, Program Sekolah Lapang Sagu Juga Jadi Perhatian
Polda Sumut Kerahkan 905 Personel Amankan Hari Kelima ASEAN U-19 Boys Championship 2026 di Deli Serdang

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:59 WIB

Ustadz Ahmad Fauzi Lubis Apresiasi Satresnarkoba Pematangsiantar Ungkap Kasus Sabu 1 Kilogram

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:08 WIB

Wali Kota Wesly Silalahi Turun Langsung Bersihkan Drainase di Sibatu-batu Lewat Program Jumpa Berlian

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:57 WIB

PLN Gerak Cepat Pulihkan Kelistrikan Sumut Usai 12 Tower Transmisi Rusak Diterjang Angin Kencang

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:12 WIB

GOKIL, 1.015 Pelari dari 34 Negara Serbu Samosir di Trail of The Kings UTMB 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:55 WIB

ForBINA Minta Konflik Pengolahan Gas Blok Andaman Diselesaikan Lewat Win-Win Solution

Jumat, 5 Juni 2026 - 05:24 WIB

Gibran Beri Dukungan untuk Museum Asmat, Program Sekolah Lapang Sagu Juga Jadi Perhatian

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:55 WIB

Polda Sumut Kerahkan 905 Personel Amankan Hari Kelima ASEAN U-19 Boys Championship 2026 di Deli Serdang

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:43 WIB

Usai Perampokan Toko Emas, Pedagang Pasar Horas Desak Polisi Bertindak Cepat

Berita Terbaru