Wapres Datangi Ponpes Al-Adalah, Relokasi Jadi Pilihan Demi Keselamatan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:19 WIB

4051 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau Posko Pengungsian di Pondok Pesantren Al-Adalah 2, Kabupaten Tegal, Selasa, 6 Februari 2026.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau Posko Pengungsian di Pondok Pesantren Al-Adalah 2, Kabupaten Tegal, Selasa, 6 Februari 2026.

ATAPKOTA.COM – Pemerintah menegaskan bahwa relokasi menjadi langkah tak terhindarkan dalam penanganan bencana tanah bergerak di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Kondisi tanah yang terus bergerak dinilai membahayakan keselamatan warga dan ratusan santri yang terdampak.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau Posko Pengungsian di Pondok Pesantren Al-Adalah 2, Kabupaten Tegal, Selasa, 6 Februari 2026. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan bencana dilakukan secara cepat, terpadu, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wapres meninjau langsung kondisi pengungsian dan berdialog dengan para santri serta pengasuh pondok pesantren yang dipimpin K.H. Tasrifin Salim. Pemerintah, kata Gibran, memastikan penanganan darurat berjalan terkoordinasi antara pusat dan daerah.

Di hadapan warga dan santri, Wapres menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama, bahkan di atas upaya penyelamatan harta benda.

“Sekarang prioritasnya keselamatan warga dan para santri. Jangan memaksakan diri kembali ke atas atau mengambil barang-barang yang masih tertinggal. Keselamatan itu yang nomor satu,” ujar Gibran.

Menurut Wapres, kondisi geografis di kawasan terdampak sudah tidak memungkinkan untuk dihuni kembali. Oleh karena itu, relokasi dipandang sebagai langkah strategis untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Sekali lagi saya tegaskan, yang paling utama adalah keselamatan warga dan santri,” katanya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan laporan Pemerintah Kabupaten Tegal. Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyatakan bahwa wilayah terdampak masih berada dalam kondisi berbahaya karena pergerakan tanah belum berhenti.

“Kondisinya sangat berbahaya untuk kembali. Kami mohon warga dan santri tidak memaksakan diri naik ke lokasi asal,” ujar Ischak.

Dari sisi teknis kebencanaan, Direktur Penanganan Darurat Wilayah I Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Riyanto, menjelaskan bahwa kebijakan relokasi didasarkan pada hasil asesmen terpadu bersama Badan Geologi. Pemetaan wilayah terdampak menjadi acuan utama dalam menentukan langkah penanganan lanjutan.

“Konsepnya relokasi. Yang penting sekarang masyarakat selamat. Ke depan, berdasarkan kajian Badan Geologi, wilayah ini memang tidak lagi direkomendasikan untuk dihuni,” kata Agus.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Adalah, Idatun Nachriyah, mengungkapkan bahwa evakuasi santri telah dilakukan sejak awal untuk menghindari risiko korban jiwa. Namun, bencana tersebut meninggalkan dampak besar terhadap sarana pendidikan di lingkungan pesantren.

“Ruang kelas kami sudah hilang semuanya, itu gedung SMA. Harapannya ada bantuan untuk ruang belajar dan tempat tinggal sementara bagi para santri,” ujarnya.

Data posko mencatat, jumlah pengungsi di Pondok Pesantren Al-Adalah 2 mencapai 526 jiwa, yang seluruhnya merupakan santri Pondok Pesantren Dawuhan Padasari. Mereka terdiri atas 234 santri putra dan 292 santri putri.

Saat ini, seluruh pengungsi berada dalam penanganan terpadu pemerintah pusat dan daerah. Pemenuhan kebutuhan dasar meliputi hunian sementara, logistik, layanan kesehatan, serta pendampingan psikososial terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. (Edo/red)

Berita Terkait

Gangguan Listrik di Jalan Medan Siantar Martoba, PLN Turun Malam Hari Periksa Jaringan
Apeksi 2026: Wali Kota Medan Ajak Daerah Perkuat Fiskal dan Berbagi Solusi
Pemko Pematangsiantar Apresiasi Paskah Katolik 2026, Tekankan Kebersamaan dan Kepedulian Sosial
Pelantikan KAKAMMI Sumut, Wagub Soroti Ancaman Narkoba dan Tantangan Era Digital
Pengembangan Kasus, Polisi Ringkus 4 Terduga Pelaku Narkoba di Palas
Prabowo: Kekuatan Indonesia Bertumpu pada Kepemimpinan Daerah
Seskab: Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang
Menautkan Intelektualitas dan Spiritualitas: Catatan atas Dialog Refli Harun dan Galgendu

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 13:14 WIB

Gangguan Listrik di Jalan Medan Siantar Martoba, PLN Turun Malam Hari Periksa Jaringan

Minggu, 19 April 2026 - 22:23 WIB

Apeksi 2026: Wali Kota Medan Ajak Daerah Perkuat Fiskal dan Berbagi Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 19:35 WIB

Pemko Pematangsiantar Apresiasi Paskah Katolik 2026, Tekankan Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

Minggu, 19 April 2026 - 18:20 WIB

Pelantikan KAKAMMI Sumut, Wagub Soroti Ancaman Narkoba dan Tantangan Era Digital

Minggu, 19 April 2026 - 17:20 WIB

Pengembangan Kasus, Polisi Ringkus 4 Terduga Pelaku Narkoba di Palas

Minggu, 19 April 2026 - 14:05 WIB

Seskab: Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang

Minggu, 19 April 2026 - 14:00 WIB

Menautkan Intelektualitas dan Spiritualitas: Catatan atas Dialog Refli Harun dan Galgendu

Minggu, 19 April 2026 - 11:01 WIB

Hari Jadi ke-193 Simalungun, Wabup Samosir Tekankan Penguatan Kerja Sama Regional

Berita Terbaru

4 pria terkait dugaan sabu di Barumun Tengah (Kiri atas), Berat sabu saat ditimbang (kanan), Barang bukti (Kiri bawah). Foto : Ist.

HUKUM & KRIMINAL

Pengembangan Kasus, Polisi Ringkus 4 Terduga Pelaku Narkoba di Palas

Minggu, 19 Apr 2026 - 17:20 WIB