ATAPKOTA.COM, TAPSEL – Di antara puing dan tanah yang belum sepenuhnya pulih, proses pemulihan warga Batang Toru terus berjalan. Pada Kamis, 12 Februari 2026, personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terlibat dalam serangkaian kegiatan pengamanan dan dukungan kemanusiaan di sejumlah titik terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kegiatan terpusat di Posko Brimob Hapesong Lama, Desa Simatuhir, serta lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) di Desa Napa, Desa Garoga, dan Desa Aek Ngadol. Di lokasi-lokasi itu, aparat tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga membantu pekerjaan fisik yang masih berlangsung.
Di Desa Garoga, misalnya, sejumlah personel terlihat membantu pengecoran pondasi rumah milik Ikhsan Hasibuan, warga terdampak yang rumahnya masih dalam tahap pembangunan kembali. Sementara di Desa Simatuhir, patroli rutin dilakukan di sekitar pembangunan hunian sementara (huntara) guna memastikan proses berjalan tanpa hambatan.
Data di lapangan menunjukkan sebagian bangunan huntara komunal telah rampung, sementara unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Pembangunan tersebut menjadi salah satu tumpuan warga untuk segera memiliki tempat tinggal yang lebih layak sembari menunggu penyelesaian huntap.
Selain mendukung pembangunan hunian, personel Brimob juga membantu membersihkan sisa batang dan ranting pohon yang sebelumnya ditebang di belakang rumah Marancar Simatupang. Upaya itu dilakukan untuk mengurangi potensi risiko dan menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Kegiatan sosial lainnya melibatkan distribusi bantuan air minum melalui fasilitas Starling (stasiun air minum keliling) bekerja sama dengan Organisasi Pramuka Peduli Jawa Tengah. Fasilitas WC amfibi juga disiapkan untuk digunakan warga yang membutuhkan. Di sisi lain, dapur lapangan yang didirikan masih beroperasi dan menyalurkan makanan bagi masyarakat terdampak.
Komandan Kompi (Danki)-1 Penugasan Batalyon C, AKP Antanius Tarigan, S.H., M.H., menyatakan bahwa keterlibatan personel merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dalam situasi pascabencana.
“Kehadiran kami untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terbantu dalam proses pemulihan. Pembangunan hunian dan distribusi bantuan membutuhkan dukungan bersama,” ujar Antanius.
Pendekatan yang diterapkan, menurutnya, mengedepankan aspek humanis serta keselamatan warga yang terlibat dalam proses pembangunan.
Pemulihan pascabencana di Batang Toru masih berlangsung bertahap. Ketersediaan hunian layak, akses air bersih, serta dukungan logistik menjadi faktor penting agar warga dapat kembali menjalani aktivitas secara normal. Di tengah proses tersebut, sinergi aparat dan masyarakat menjadi salah satu penopang percepatan pemulihan. (AP/red)
































