Sorot Sampah hingga PJU Rusak, Pemko Medan Perketat Laporan Harian Lewat SAPA KOTA

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:25 WIB

40131 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat evaluasi pelaksanaan Tugas Satuan Pemantauan dan Perawatan Infrastruktur Kota (SAPA KOTA) yang digelar di Balai Kota Medan pada Rabu,18 Februari 2026.

Rapat evaluasi pelaksanaan Tugas Satuan Pemantauan dan Perawatan Infrastruktur Kota (SAPA KOTA) yang digelar di Balai Kota Medan pada Rabu,18 Februari 2026.

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyoroti banyaknya sampah yang berserakan di sejumlah ruas jalan hampir di setiap kecamatan di Kota Medan. Persoalan itu ia tegaskan dalam rapat evaluasi pelaksanaan Tugas Satuan Pemantauan dan Perawatan Infrastruktur Kota (SAPA KOTA) yang digelar di Balai Kota Medan pada Rabu,18 Februari 2026.

Dalam rapat tersebut, Rico Waas memberikan peringatan keras kepada seluruh camat agar memastikan wilayah masing-masing bersih dari tumpukan sampah. “Semua camat, jangan banyak alasan lagi. Mulai saat ini jangan ada sampah yang berserakan,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan sampah tidak boleh lagi menjadi keluhan rutin warga tanpa solusi konkret. Ia menegaskan, komitmen kebersihan harus berlaku menyeluruh, baik di kawasan pinggiran maupun di pusat kota. “Hari ini kita berkomitmen bersama, tidak ada lagi sampah yang berserakan. Paham!” katanya menekankan.

Program SAPA KOTA sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang memanfaatkan grup WhatsApp sebagai sarana pelaporan cepat persoalan infrastruktur. Melalui sistem ini, setiap pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat diwajibkan memantau, melaporkan, serta menindaklanjuti persoalan di lapangan secara harian dan terukur.

Di hadapan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, para staf ahli, asisten, pimpinan OPD, dan camat, Rico Waas juga menegaskan peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengendalikan persoalan sampah.

“Tanggung jawab DLH harus tetap mengontrol permasalahan ini, baik sebelum maupun setelah sampah dibersihkan. Sampah berserakan bukan hanya tanggung jawab kecamatan, tetapi juga DLH sebagai leading sector lingkungan hidup di Kota Medan,” ujarnya.

Selain sampah, rapat evaluasi itu turut membahas persoalan jalan rusak, lampu penerangan jalan umum (PJU), dan lampu lalu lintas. Rico mengakui terdapat progres dari laporan yang masuk melalui SAPA KOTA, meskipun belum sepenuhnya optimal. Ia meminta perbaikan, terutama PJU, dilakukan secara tuntas agar kerusakan tidak berulang.

Untuk penanganan jalan rusak dan infrastruktur lainnya, ia meminta OPD yang telah ditugaskan memantau wilayah tertentu agar menyampaikan laporan setiap hari. Laporan tersebut akan menjadi dasar tindak lanjut oleh dinas teknis terkait, khususnya Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK).

“Program SAPA KOTA menjadi ruang interaksi antar-OPD agar saling menjaga dan memperhatikan kota kita. Penanganan persoalan kota tidak boleh tersentral dan dibebankan kepada satu dinas atau camat saja,” katanya.

Guna memastikan efektivitas program, Rico menginstruksikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memberikan peringatan kepada OPD maupun camat yang tidak aktif melaporkan kondisi lapangan. “Kalau ada OPD dan camat yang tidak memberikan laporan setiap hari, saya minta berikan peringatan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menyoroti tumpukan sampah di sekitar Stadion Teladan Medan yang saat ini tengah direvitalisasi. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi merusak citra kota.

“Stadion Teladan adalah ikon Kota Medan dan segera selesai direvitalisasi. Jika ada tumpukan sampah di sekitarnya, tentu tidak layak dan merusak estetika. Harus ada solusi, khususnya dari DLH. Jangan sampai tempat pembuangan sementara itu dibiarkan,” katanya.

Zakiyuddin juga menyinggung persoalan hewan ternak yang berkeliaran di sekitar permukiman warga. Selain berpotensi melanggar peraturan daerah, keberadaan ternak seperti babi dan kambing dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat.

Rapat evaluasi itu menandai upaya Pemko Medan memperketat pengawasan kebersihan dan infrastruktur kota melalui sistem pelaporan terintegrasi, sekaligus menguji konsistensi komitmen aparatur dalam menjaga wajah ibu kota Sumatera Utara tersebut. (Mery/red)

Berita Terkait

Pemkab Samosir Bersama TNI dan Kementan Bangun 20 Jembatan, Irigasi 680 Hektare
Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Perdalam Pengetahuan Budaya
Galeri Mustika Deli Tarik Perhatian PIA Ardhya Garini, Produk UMKM Medan Terpusat Satu Pintu
Pemko Medan Percepat Rehabilitasi Pascabencana, Pekerjaan Fisik Terus Berjalan
15 Kasus Influenza A di Medan, Dinkes Minta Puskesmas dan Rumah Sakit Siaga
Rico Waas Dukung Revora 2026, Lapangan Merdeka Jadi Ruang Kreativitas Anak Muda
Usai Dilantik Prabowo, Sugiono, Arrmanatha, dan Sarmuji Ungkap Fokus Kerja
Usai Dilantik, Kapolri Suyudi Ungkap Program “Polisi Bersama Masyarakat”

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Pemkab Samosir Bersama TNI dan Kementan Bangun 20 Jembatan, Irigasi 680 Hektare

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Perdalam Pengetahuan Budaya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Galeri Mustika Deli Tarik Perhatian PIA Ardhya Garini, Produk UMKM Medan Terpusat Satu Pintu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Pemko Medan Percepat Rehabilitasi Pascabencana, Pekerjaan Fisik Terus Berjalan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:01 WIB

15 Kasus Influenza A di Medan, Dinkes Minta Puskesmas dan Rumah Sakit Siaga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Usai Dilantik Prabowo, Sugiono, Arrmanatha, dan Sarmuji Ungkap Fokus Kerja

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Usai Dilantik, Kapolri Suyudi Ungkap Program “Polisi Bersama Masyarakat”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Berita Terbaru