ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-XVI Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Provinsi Sumatera Utara digelar di Aula Melati Kantor Bupati Asahan pada Selasa (10/2/2026). Forum tersebut mengusung tema “Optimalisasi dan Regenerasi Kepemimpinan HIMMAH yang Progresif Menyongsong Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., jajaran Pemerintah Kabupaten Asahan, pengurus pusat dan wilayah HIMMAH, serta tamu undangan lainnya.
Ketua PW HIMMAH Sumut periode 2023–2025, Kamaruddin Nazuli Siregar, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada kader dan pengurus atas dukungan selama masa kepemimpinannya. Ia menyatakan masa jabatannya resmi berakhir dalam forum tersebut sebagai bagian dari mekanisme regenerasi organisasi.
“Kepemimpinan adalah tanggung jawab kolektif. Saya berharap kepengurusan berikutnya mampu membawa HIMMAH Sumut lebih maju dan adaptif terhadap tantangan zaman,” ujarnya.
Menurut Kamaruddin, Konferwil bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang evaluasi sekaligus momentum konsolidasi untuk memperkuat peran mahasiswa dalam dinamika sosial dan kebangsaan.
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, mengapresiasi kepercayaan menjadikan Asahan sebagai tuan rumah Konferwil XVI. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan menghasilkan keputusan yang memperkuat soliditas organisasi.
“HIMMAH memiliki peran penting dalam mencetak kader pemimpin muda yang berakhlakul karimah dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” kata Taufik.
Sementara itu, Ketua Umum PP HIMMAH, Abdul Rajak Nasution, menegaskan Konferwil merupakan forum strategis untuk menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan organisasi ke depan. Ia mengingatkan pentingnya musyawarah dalam setiap proses pengambilan keputusan.
“Persatuan dan kedewasaan dalam berorganisasi menjadi kunci agar HIMMAH tetap relevan dan konstruktif dalam pembangunan bangsa,” ujarnya sebelum secara resmi membuka Konferwil XVI HIMMAH Sumut.
Konferwil tersebut dijadwalkan membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya serta memilih kepengurusan baru untuk periode berikutnya. (AP/red)

































