ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memukul Gondrang Simalungun sebagai tanda pembukaan Semarak Ramadan Siantar (SERASI) 2026 di Lapangan Adam Malik. Kegiatan yang berlangsung Rabu, 5 Maret 2026, itu menjadi kolaborasi BI, Pemerintah Kota Pematangsiantar, serta berbagai pemangku kepentingan dan dijadwalkan berlangsung hingga 11 Maret 2026.
Dalam sambutannya sebelum prosesi pemukulan gondrang, Wesly Silalahi menyampaikan apresiasi kepada BI Pematangsiantar yang menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BI, dan sektor perbankan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menilai kegiatan SERASI membuka ruang pertemuan antara pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus mendorong digitalisasi transaksi dan memperluas inklusi keuangan.
“Melalui kegiatan ini kita berharap semakin banyak UMKM yang naik kelas, penggunaan pembayaran non-tunai semakin luas, serta sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” kata Wesly.
Ia juga berharap kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi pembangunan ekonomi kota.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkahi kita semua dan menjadikan Kota Pematangsiantar semakin cerdas, sehat, kreatif, dan selaras,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, menjelaskan bahwa SERASI merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan, digitalisasi sistem pembayaran, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya.
Menurut Ahmadi, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren positif. Indonesia bahkan menempati peringkat ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator, yang mencerminkan semakin kuatnya posisi Indonesia dalam ekosistem industri halal global.
Meski demikian, tingkat literasi ekonomi syariah di Indonesia masih sekitar 9 persen dan tingkat inklusi sekitar 12 persen. Angka ini menunjukkan masih besarnya potensi pengembangan sektor tersebut.
“Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah, didukung jumlah penduduk Muslim yang besar, keberadaan pesantren, serta berkembangnya UMKM halal dan industri kreatif,” kata Ahmadi.
Untuk mendorong potensi itu, BI menjalankan berbagai program pengembangan ekonomi syariah, termasuk melalui Road to Festival Ekonomi Syariah (FESYAR). Program ini mencakup pengembangan UMKM halal, fasilitasi sertifikasi halal, penguatan halal value chain, digitalisasi pembayaran melalui QRIS, serta business matching bagi pelaku usaha.
Di wilayah kerja BI Pematangsiantar, penguatan ekonomi syariah juga dilakukan melalui program Hebitren (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren) yang melibatkan 12 pondok pesantren binaan BI. Selain itu, BI memfasilitasi sertifikasi halal bagi 20 UMKM, sertifikasi dua rumah potong hewan swasta, tiga rumah potong unggas, serta sertifikasi bagi 10 juru sembelih halal.
Melalui SERASI 2026, BI Pematangsiantar juga mengintegrasikan sejumlah program lain, seperti QURMA FEST (QRIS untuk Ramadan Berkah) dan SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri).
Program QURMA FEST difokuskan pada penguatan ekosistem pembayaran digital melalui perluasan penggunaan QRIS, edukasi literasi keuangan digital, serta promosi transaksi non-tunai di masyarakat. Kegiatannya meliputi lomba transaksi merchant, kompetisi video reels, QRIS Ramadan Race, serta edukasi perlindungan konsumen.
Adapun program SERAMBI merupakan program nasional BI untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar sekaligus meningkatkan literasi masyarakat tentang gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).
Selain itu, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar juga menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan.
“Program ini menghadirkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau sekaligus menekan inflasi melalui distribusi langsung dari produsen ke konsumen,” kata Ahmadi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying selama Ramadan.
“Belanja bijak bukan berarti mengurangi kebutuhan pokok, tetapi mengedepankan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang sehat,” ujarnya.
Setelah pembukaan SERASI dengan pemukulan Gondrang Simalungun, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan program ketahanan pangan, sertifikat halal, bantuan pengembangan pesantren, serta santunan kepada Panti Asuhan Putri Aisyiyah.
Menjelang waktu berbuka puasa, Wali Kota bersama Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar, Liswati Wesly Silalahi, dan unsur Forkopimda meninjau stan UMKM serta layanan penukaran uang yang disediakan BI.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H.; Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf. Gede Agus Dian Pringgana, S.Sos., M.M.A.S., M.Han.; Ketua Pengadilan Negeri Pematangsiantar Rinto Leony Manullang, S.H., M.H.; Danyonif 122/Tombak Sakti Letkol Inf. Jati Yuli Adiputra, S.E., M.M., M.Han.; perwakilan DPRD Kota Pematangsiantar; tokoh agama; pimpinan perbankan; serta jajaran organisasi perangkat daerah Pemerintah Kota Pematangsiantar. (AP/red)


































