ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Sumatera Utara Tahun 2027 menjadi ajang konsolidasi arah pembangunan sekaligus pemberian apresiasi bagi daerah. Dalam forum tersebut, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan berlangsung pada Rabu (22 April 2026) di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan.
Penghargaan itu diberikan atas kontribusi Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam menyalurkan bantuan keuangan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk penanganan dan pemulihan pascabencana pada 2026.
Penyerahan piagam dilakukan oleh Muhammad Tito Karnavian dan diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, yang mewakili bupati.
Kontribusi tersebut dinilai sebagai bagian dari praktik solidaritas antardaerah di tengah situasi bencana. Pemerintah daerah disebut mendorong percepatan pemulihan melalui dukungan fiskal lintas wilayah.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri menilai indikator pembangunan Sumatera Utara menunjukkan tren positif, meskipun aspek pemerataan masih menjadi pekerjaan rumah.
Ia menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Utara yang berada di atas rata-rata nasional. Berdasarkan data yang disampaikan, IPM Sumut mencapai 76,47, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 75,90.
“Ini menunjukkan kualitas sumber daya manusia relatif baik, namun pemerataan tetap harus ditingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menegaskan Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan rencana pembangunan daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional.
Menurutnya, tahun 2027 menjadi fase ekspansi pembangunan dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Fokus diarahkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi, penguatan infrastruktur, peningkatan konektivitas wilayah, serta pengembangan potensi ekonomi lokal.
“Program yang disusun harus berdampak nyata dan merata bagi masyarakat,” kata gubernur.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sumatera Utara, Dikky Anugerah, menambahkan bahwa Musrenbang dirancang sebagai instrumen perencanaan berbasis data, dengan orientasi pada hasil yang terukur.
Selain forum pembahasan, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan pemerintah kabupaten/kota serta pihak swasta, termasuk PT Merek Indah Lestari, guna memperkuat kolaborasi pembangunan.
Partisipasi Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam forum ini menunjukkan upaya penyelarasan program daerah dengan kebijakan pembangunan yang lebih luas. Pemerintah daerah diharapkan mampu menerjemahkan hasil Musrenbang ke dalam program konkret yang berdampak langsung pada masyarakat.
Kegiatan Musrenbang berlangsung selama dua hari hingga 23 April 2026, diikuti para kepala daerah se-Sumatera Utara dan jajaran perangkat daerah. (AP/red)


































