ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota Pematangsiantar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) setempat menggelar peragaan busana wastra bertajuk Etnika Moderna di Lapangan Adam Malik, Kamis (23/4/2026) sore, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn. hadir bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Liswati Wesly Silalahi dan membuka kegiatan yang sekaligus menjadi penanda dimulainya UMKM dan Ekraf Expo.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman menilai kegiatan tersebut bukan sekadar peragaan busana. Ia menyebut ajang itu sebagai ruang temu antara budaya, kreativitas, dan ekonomi dalam satu panggung.
“Fashion show ini tidak hanya menampilkan estetika, tetapi juga memperlihatkan bagaimana budaya dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi,” ujar Ahmadi.
Ia menjelaskan, wastra seperti ulos, songket, dan batik tidak hanya menyimpan nilai historis dan filosofis, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola secara inovatif.
Menurutnya, transformasi wastra kini terlihat dari perubahan pola produksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang tidak lagi sebatas menjual kain, tetapi mulai menghadirkan produk ready to wear dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
“Wastra telah berkembang menjadi bagian dari industri ekonomi kreatif yang berpotensi menembus pasar nasional hingga global,” katanya.
Tema Etnika Moderna, lanjut Ahmadi, mencerminkan perpaduan antara nilai tradisi dan pendekatan modern. Ia menilai konsep tersebut penting untuk menjaga relevansi produk budaya di tengah dinamika pasar.
Peragaan busana menampilkan karya desainer yang mengangkat kekayaan budaya wilayah Sisi Batas Labuhan dalam kemasan kontemporer. Karya-karya tersebut dinilai mampu memperluas daya tarik wastra di kalangan generasi muda dan pasar yang lebih luas.
Wali Kota Wesly Silalahi dalam keterangannya usai acara mengajak masyarakat mendukung produk lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.
“Momentum hari jadi kota ini harus menjadi pendorong untuk terus berinovasi dan berkolaborasi. Dukungan terhadap produk lokal adalah langkah konkret memperkuat UMKM,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan sektor UMKM dan ekonomi kreatif melalui dukungan fasilitas dan kolaborasi lintas sektor.
Acara tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., pimpinan perbankan, organisasi perangkat daerah, serta undangan lainnya. (AP/red)


































