ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar perayaan Paskah Oikoumene 2026 di wilayah terpencil sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu (23 April 2026) di Gereja Katolik Santa Clara, Desa Parsaoran, Kecamatan Sitio-tio.
Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, memilih lokasi tersebut untuk menegaskan bahwa kegiatan keagamaan dan pelayanan publik perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah yang selama ini relatif jauh dari pusat pemerintahan.
Perayaan berlangsung sederhana dengan diisi pujian dan koor lintas denominasi gereja. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, antara lain Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta tokoh agama.
Dalam sambutannya, Vandiko menyampaikan kegiatan keagamaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menilai kehadiran pemerintah di wilayah terpencil menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan dirasakan secara merata.
Selain itu, pemerintah daerah menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada pengurus gereja setempat untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pembangunan fasilitas.
Vandiko juga mengajak masyarakat memaknai Paskah sebagai momentum refleksi atas nilai pengorbanan dan kebangkitan, yang diwujudkan melalui sikap saling membantu dan memperkuat solidaritas sosial.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berencana melanjutkan pelaksanaan perayaan keagamaan di wilayah terpencil pada momentum berikutnya, termasuk Natal, sebagai bagian dari pendekatan pelayanan yang lebih inklusif.
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, menyebut kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga mencakup daerah terpencil.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Samosir, Sarhockel Tamba, menilai pelaksanaan kegiatan di wilayah pelosok merupakan langkah positif untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Ia juga menyinggung pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan di Kecamatan Sitio-tio, termasuk perbaikan akses jalan antarwilayah, sebagai bagian dari upaya mengurangi keterisolasian daerah.
Ketua FK3S, Pdt. Tulus Sianturi, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Hal senada disampaikan Camat Sitio-tio, Josro Tamba, yang menyebut perayaan ini sebagai momentum bersejarah bagi wilayahnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap nilai kebersamaan dan pelayanan yang merata dapat terus diperkuat di seluruh wilayah Kabupaten Samosir. (AP/red)


































