Untuk Pertama Kali, Haul Raja Sang Naualuh Damanik Dipusatkan di Masjid Raya Pematangsiantar

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026 - 08:34 WIB

4093 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Haul ke-112 Raja Sang Naualuh Damanik yang untuk pertama kalinya digelar di Masjid Raya Pematangsiantar, Kamis (23/4/2026) malam.

Peringatan Haul ke-112 Raja Sang Naualuh Damanik yang untuk pertama kalinya digelar di Masjid Raya Pematangsiantar, Kamis (23/4/2026) malam.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota Pematangsiantar bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri peringatan Haul ke-112 Raja Sang Naualuh Damanik yang untuk pertama kalinya digelar di Masjid Raya Pematangsiantar, Kamis (23/4/2026) malam.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn. hadir didampingi Ketua TP PKK Liswati Wesly Silalahi, bersama unsur Forkopimda Plus serta ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, Tuan Difi Sang Nuan Damanik.

Dalam sambutannya, Wesly menempatkan haul sebagai momentum reflektif, bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menilai peringatan tersebut penting untuk merawat ingatan kolektif atas nilai kepemimpinan dan kontribusi tokoh sejarah lokal.

“Haul ini bukan hanya mengenang wafatnya seorang tokoh, tetapi juga momentum meneladani nilai perjuangan, kepemimpinan, dan pengabdian beliau,” ujar Wesly.

Ia menambahkan, nilai persatuan, adat, dan keharmonisan yang diwariskan Raja Sang Naualuh Damanik dinilai masih relevan dalam konteks sosial saat ini, terutama dalam menjaga kohesi masyarakat yang majemuk.

Menurut Wesly, peringatan haul yang rutin digelar setiap tahun menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Pematangsiantar sekaligus pengingat atas fondasi sejarah yang membentuk kota tersebut.

“Perjalanan kota ini tidak terlepas dari peran para pendahulu. Tanggung jawab kita adalah melanjutkannya dengan semangat yang sama,” katanya.

Ia juga mendorong generasi muda untuk lebih aktif menggali sejarah lokal sebagai bagian dari penguatan identitas budaya.

Ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, Tuan Difi Sang Nuan Damanik, memaparkan garis keturunan keluarganya serta keterkaitan sejarah dengan Masjid Raya Pematangsiantar.

Ia menjelaskan, berdasarkan penelusuran silsilah keluarga, Raja Sang Naualuh Damanik disebut memiliki beberapa keturunan, salah satunya melalui permaisuri dari marga Saragih. Dari garis tersebut kemudian lahir generasi penerus hingga dirinya.

“Saya merupakan cicit dari Raja Sang Naualuh Damanik,” ujarnya.

Difi juga mengungkap informasi yang ia peroleh dari pengurus masjid bahwa lokasi Masjid Raya diduga berasal dari tanah wakaf yang diberikan oleh leluhurnya.

Namun, ia menekankan bahwa informasi tersebut masih merujuk pada penelusuran sejarah keluarga dan sumber internal pengurus masjid.

“Saya mendapat informasi bahwa tanah ini merupakan wakaf dari beliau. Ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah untuk terus merawat nilai-nilai yang diwariskan,” katanya.

Ia juga menyoroti kontribusi Raja Sang Naualuh Damanik dalam membangun kehidupan masyarakat lintas agama, yang dinilai menjadi salah satu faktor terbentuknya citra Pematangsiantar sebagai kota toleran.

Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Raya Pematangsiantar Prof. Dr. Ir. Harmein Nasution, M.Si. menyampaikan bahwa masjid tersebut memiliki nilai historis yang kuat dalam perkembangan kota.

Ia menjelaskan, berdasarkan catatan yang ada, lahan masjid diwakafkan pada 1906 dan mulai digunakan untuk salat Jumat pada 1911.

“Masjid Raya ini memiliki nilai sejarah penting, termasuk dalam perkembangan sosial keagamaan masyarakat,” ujar Harmein.

Ia juga menyebut perlunya kajian lebih lanjut dan dokumentasi akademik terkait kepemimpinan Raja Sang Naualuh Damanik agar dapat dijadikan referensi pendidikan.

Selain itu, ia menilai potensi sejarah tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari wisata religi berbasis kearifan lokal.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pematangsiantar, unsur TNI/Polri, perwakilan Bank Indonesia, tokoh agama, akademisi, serta organisasi masyarakat.

Dalam kegiatan itu juga dihadirkan akademisi Drs. Shohibul Anshor Siregar, M.Si. yang memaparkan sejarah Raja Sang Naualuh Damanik dari perspektif ilmiah. (AP/red)

Berita Terkait

LKPJ 2025 Disampaikan, Pemkab Simalungun Akui PAD Masih Perlu Ditingkatkan
Pemkab Samosir Rayakan Paskah di Wilayah Terpencil, Soroti Pemerataan Pelayanan
Hari Jadi ke-155 Pematangsiantar, Wastra Lokal Dipamerkan dalam “Etnika Moderna”
Pengungkapan Kasus di Gunung Malela: Polisi Amankan Belasan Terduga Pelaku Berbagai Pencurian
Timsel KI Sumut Periksa 112 Pendaftar, Hasil Administrasi Diumumkan 30 April
Sembunyi di Lemari, Terduga Pencuri Dua HP di Kafe Pondok Melati Ditangkap Polisi
Kapolres Belawan Temui Tokoh Nelayan, Tekankan Sinergi Jaga Keamanan Pesisir
Cegah Begal dan Tawuran, Medan Deli Perkuat Trantibum hingga Pasang CCTV

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 18:52 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Rampung, Akses Warga Pagar Pinang Kini Terhubung

Rabu, 22 April 2026 - 14:00 WIB

Viral Begal Sadis di Medan Dibongkar, Polisi Kejar Pelaku hingga Aceh

Selasa, 21 April 2026 - 22:25 WIB

PTPN IV Janji Laporkan Dugaan Galian C di Mahanda ke Polres Simalungun

Selasa, 21 April 2026 - 19:03 WIB

Ikan Mati dan Warga Gatal, Dugaan Limbah PKS Cemari Sungai Bah Sombu

Jumat, 17 April 2026 - 08:10 WIB

Brimob Polda Sumut Kawal Aksi di Kantor Gubernur, Pengamanan Berlangsung Kondusif

Kamis, 9 April 2026 - 18:01 WIB

Dugaan Kejanggalan Kasus ART di Bengkulu, PERMAHI Dorong RDP dengan DPR RI

Kamis, 2 April 2026 - 17:48 WIB

Audit LKPD 2025 Dimulai, Wali Kota Siantar Ikuti Entry Meeting BPK dari Balai Kota

Rabu, 1 April 2026 - 00:18 WIB

Pemko Pematangsiantar Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Targetkan Raih Opini WTP

Berita Terbaru