ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar karnaval budaya dalam rangka peringatan hari jadi ke-155, yang berlangsung di pusat kota, Jumat (24 April 2026) sore.
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., melepas peserta dari kawasan Jalan Merdeka. Rute karnaval melintasi Jalan Sutomo dan berakhir di Lapangan Adam Malik.
Dalam sambutannya, Wesly menyatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mempererat persatuan warga,” ujarnya.
Sejumlah kontingen dari organisasi perangkat daerah, komunitas, pelaku usaha, hingga perwakilan kecamatan turut ambil bagian. Mereka menampilkan beragam atraksi, mulai dari pawai budaya, kendaraan hias, hingga pertunjukan seni.
Antusiasme warga terlihat dari kepadatan penonton di sepanjang rute. Sejak sore, masyarakat memadati kawasan Jalan Merdeka dan sekitarnya untuk menyaksikan jalannya karnaval.
Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Sejumlah pelaku usaha kecil di sekitar lokasi mengaku mengalami peningkatan penjualan selama acara berlangsung.
Salah satu pedagang, Sari (42), menyebut dagangannya habis terjual dalam waktu singkat.
“Kegiatan seperti ini membantu meningkatkan pendapatan kami,” ujarnya.
Warga lainnya, Riska, menilai perayaan tersebut menjadi momentum membangun rasa kebanggaan terhadap kota.
“Kegiatan ini membuat suasana kota lebih hidup,” katanya.
Partisipasi sektor swasta juga terlihat dalam kegiatan ini. Salah satu perusahaan setempat menghadirkan berbagai atraksi, termasuk pertunjukan seni dan kendaraan hias yang mengusung tema pendidikan, pariwisata, dan perdagangan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar, Hamzah Fanshuri Damanik, S.S.T.P., M.Si., menyatakan kegiatan tersebut melibatkan puluhan kontingen dari berbagai unsur masyarakat.
“Ini menunjukkan partisipasi publik dalam mendukung kegiatan budaya di daerah,” ujarnya.
Pemerintah kota berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari promosi budaya dan penguatan sektor pariwisata. (AP/red)

































