Danantara Raup USD 1,5 Miliar dari Global Bond Perdana

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:30 WIB

40258 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Pers Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. (Foto:Ist)

Keterangan Pers Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. (Foto:Ist)

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara Indonesia mencatat respons positif dari pasar internasional. Dalam penerbitan yang diumumkan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (15/6/2026), instrumen tersebut berhasil menghimpun dana USD1,5 miliar, melampaui target awal sebesar USD1 miliar setelah permintaan investor mencapai sekitar USD4,6 miliar.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan tingginya minat investor membuat nilai penerbitan obligasi ditingkatkan dari rencana semula.

“Target awal kami USD1 miliar. Namun, permintaan yang masuk mencapai sekitar USD4,6 miliar sehingga penerbitan ditingkatkan menjadi USD1,5 miliar dengan tenor lima tahun dan 10 tahun,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, tingginya minat tersebut diperoleh setelah Danantara melakukan rangkaian pertemuan dengan investor di sejumlah pusat keuangan dunia, antara lain Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Dalam kegiatan tersebut, manajemen Danantara bertemu dengan sekitar 122 investor global.

Selain mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed), Rosan menyebut penerbitan obligasi itu juga menghasilkan tingkat imbal hasil yang dinilai kompetitif. Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan yield 5,35 persen, sedangkan tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen.

Ia menilai capaian tersebut mencerminkan masih kuatnya kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Hasil ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Indonesia masih tinggi dan itu tercermin dari respons pasar,” katanya.

Rosan menjelaskan, masing-masing tenor berhasil menghimpun dana sebesar USD750 juta. Proses penerbitan obligasi telah memasuki tahap penyelesaian administrasi, sementara pencairan dana dijadwalkan dilakukan pada 18 Juni 2026.

Ke depan, Danantara membuka peluang menerbitkan obligasi dengan tenor yang lebih panjang, bahkan hingga 30 tahun, apabila kondisi pasar tetap kondusif dan permintaan investor terus meningkat.

Menurut Rosan, optimisme tersebut didasarkan pada penilaian investor terhadap stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi global.

Ia juga mengungkapkan komposisi investor dalam penerbitan obligasi tersebut didominasi oleh investor asal Amerika Serikat. Untuk obligasi tenor lima tahun, sekitar 38 persen pembeli berasal dari Amerika Serikat, 41 persen dari kawasan Eropa dan Timur Tengah, serta 21 persen dari Asia.

Sementara itu, pada obligasi tenor 10 tahun, investor asal Amerika Serikat menguasai sekitar 52 persen, disusul Eropa dan Timur Tengah 31 persen, serta Asia 17 persen.

Rosan menilai komposisi tersebut menjadi indikator meningkatnya minat investor institusi global terhadap instrumen keuangan yang diterbitkan Indonesia.(RE/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru