Rico Waas Luncurkan Digitalisasi Pasar Petisah, Pembayaran Pedagang Kini Nontunai dan Transparan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:50 WIB

40149 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan Rico Waas meluncurkan digitalisasi Pasar Petisah.

Wali Kota Medan Rico Waas meluncurkan digitalisasi Pasar Petisah.

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar di Pasar Tradisional Petisah, Kamis (25/6/2026). Program tersebut menjadi langkah Pemerintah Kota Medan dalam memodernisasi tata kelola pasar tradisional melalui sistem pembayaran nontunai yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

Peluncuran digitalisasi pasar merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pedagang dan masyarakat, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan daerah melalui sistem pembayaran yang terintegrasi dengan perbankan.

Dalam sambutannya, Rico Waas mengakui pasar tradisional saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi digital.

Menurutnya, kenyamanan, kebersihan, dan kemudahan transaksi menjadi faktor yang kini dipertimbangkan masyarakat sebelum berbelanja.

“Masyarakat memiliki banyak pilihan, termasuk berbelanja secara daring melalui telepon genggam. Karena itu, pasar tradisional harus mampu beradaptasi agar tetap menjadi pilihan masyarakat,” ujar Rico Waas.

Ia menegaskan, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi kebutuhan agar pengelolaan pasar semakin profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satu perubahan utama dalam program tersebut adalah penerapan sistem pembayaran kontribusi pedagang secara nontunai melalui kerja sama dengan Bank Mandiri. Dengan sistem itu, seluruh pembayaran dilakukan langsung ke rekening PUD Pasar Kota Medan tanpa melalui perantara.

“Ini merupakan langkah penting untuk menciptakan sistem pembayaran yang transparan. Seluruh transaksi tercatat secara langsung sehingga dapat dipantau setiap hari dan meminimalkan potensi penyimpangan,” katanya.

Rico Waas juga mengapresiasi jajaran PUD Pasar Kota Medan yang dinilai berani melakukan perubahan dalam tata kelola pasar tradisional.

Menurutnya, transformasi tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah pesatnya pertumbuhan pusat perbelanjaan modern dan perdagangan berbasis digital.

“Perubahan memang membutuhkan proses. Namun, kita tidak boleh takut bertransformasi karena tujuan akhirnya adalah memberikan manfaat bagi pedagang dan masyarakat Kota Medan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan mengatakan digitalisasi merupakan fondasi awal reformasi tata kelola pasar yang lebih modern, transparan, dan profesional.

Ia menjelaskan, perubahan sistem pembayaran dari tunai menjadi nontunai merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bersih dan akuntabel.

“Program ini bukan sekadar mengubah metode pembayaran, tetapi menjadi langkah awal membangun sistem pengelolaan pasar yang lebih modern, transparan, dan profesional,” ujar Anggia.

Menurutnya, transformasi digital juga menjadi respons terhadap perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, serta meningkatnya persaingan dengan ritel modern dan platform e-commerce.

Ia menilai, tanpa peningkatan kualitas pelayanan dan sistem pengelolaan yang lebih baik, pasar tradisional akan semakin sulit bersaing.

“Digitalisasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar pasar tradisional tetap mampu memberikan pelayanan yang cepat, aman, nyaman, dan memiliki daya saing,” tuturnya. (AP/red)

Berita Terkait

Bupati Asahan Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik, Tata Kelola Anggaran Sekolah Jadi Perhatian
Jaga Kekayaan Negara, Prabowo Targetkan Polisi Hutan Capai 70 Ribu Personel
Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan
TennisFest Medan 2026 Siap Digelar, Peserta dari India dan Malaysia Ikut Bertanding
Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik
Sambut Kapolda Sonny Irawan, Bobby Nasution Dorong Sinergi Polda dan Pemprov Sumut
Pemko Pematangsiantar Salurkan Alat Bantu Kesehatan untuk 56 Lansia dan Penyandang Disabilitas
Paradoks Hegemoni Prabowo: Ketika Politik Akomodatif Berpotensi Melahirkan Subaltern Baru

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Bupati Asahan Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik, Tata Kelola Anggaran Sekolah Jadi Perhatian

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Jaga Kekayaan Negara, Prabowo Targetkan Polisi Hutan Capai 70 Ribu Personel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:32 WIB

TennisFest Medan 2026 Siap Digelar, Peserta dari India dan Malaysia Ikut Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Pemko Pematangsiantar Salurkan Alat Bantu Kesehatan untuk 56 Lansia dan Penyandang Disabilitas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Paradoks Hegemoni Prabowo: Ketika Politik Akomodatif Berpotensi Melahirkan Subaltern Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polsek Bandar Huluan Respons Cepat Aduan Dugaan Percobaan Pencurian di Islamic Center

Berita Terbaru