ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) melalui tim hukumnya mempertanyakan kehadiran Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara, Anton Timbang, dalam agenda pembahasan usulan hilirisasi Aspal Buton di Istana Negara yang berlangsung baru-baru ini.
Dalam agenda tersebut, Kadin Sulawesi Tenggara mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar program hilirisasi Aspal Buton ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagai upaya mempercepat industrialisasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Namun, di sisi lain, Tim Hukum DPP BARA JP menilai terdapat persoalan hukum yang menurut mereka perlu menjadi perhatian aparat penegak hukum. Atas dasar itu, organisasi tersebut meminta agar setiap proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam pernyataannya, BARA JP juga meminta Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia mengambil langkah sesuai mekanisme hukum apabila memang telah terdapat dasar hukum yang cukup dalam perkara yang mereka maksud.
Selain itu, BARA JP meminta pemerintah memberikan penjelasan mengenai pelibatan Anton Timbang dalam agenda pembahasan hilirisasi Aspal Buton di Istana Negara apabila informasi mengenai perannya sebagaimana beredar di ruang publik benar adanya.
“Jangan sampai muncul kesan bahwa penegakan hukum berbeda bagi orang-orang tertentu. Semua warga negara harus diperlakukan sama di hadapan hukum,” demikian pernyataan Tim Hukum DPP BARA JP.
Hingga berita ini diterbitkan, Anton Timbang belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut. Demikian pula pihak pemerintah belum menyampaikan penjelasan resmi terkait pernyataan BARA JP mengenai pelibatan Anton Timbang dalam agenda dimaksud.
ATAPKOTA.COM akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait sebagai bagian dari penerapan prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (DH/red)

































