Gubernur Bobby Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Siswa Korban Dugaan MBG Karo

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 22:25 WIB

4034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming mengunjungi Korban keracunan MBG di Rumah Sakit Efarina Etaham dan Rumah Sakit Amanda Jalan Lintas Desa Raya Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026)

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming mengunjungi Korban keracunan MBG di Rumah Sakit Efarina Etaham dan Rumah Sakit Amanda Jalan Lintas Desa Raya Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026)

ATAPKOTA.COM, DELISERDANG — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta masyarakat dan media tidak memberikan komentar negatif ataupun melakukan perundungan terhadap siswa yang menjadi korban dugaan insiden Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo. Permintaan itu disampaikan Bobby pada Sabtu (12/9/2026) sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi mental dan psikologis para siswa selama menjalani pemulihan.

Bobby mengatakan, penanganan medis terhadap para siswa telah dilakukan oleh tim dokter di Sumatera Utara. Namun, berdasarkan kondisi yang ditemukan tim medis, terdapat dua siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut karena mengalami persoalan psikologis dan trauma yang dinilai lebih berat dibandingkan siswa lainnya.

“Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta,” ujar Bobby.

Kedua siswa tersebut kemudian dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tim medis dari Sumut juga turut mendampingi proses perawatan selama keduanya menjalani pemeriksaan dan penanganan di Jakarta.

Menurut Bobby, proses pemulihan tidak cukup hanya dengan memastikan kondisi fisik para siswa. Aspek kesehatan mental dan psikologis juga perlu mendapatkan perhatian, terlebih setelah kasus dugaan insiden MBG tersebut menjadi perhatian luas masyarakat.

Bobby mengungkapkan, hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan adanya siswa yang mengalami gangguan mental yang menurutnya berkaitan dengan tekanan akibat komentar negatif dan perundungan di media sosial.

“Anak-anak ini perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medisnya, tetapi juga mental dan psikisnya. Ada yang terganggu karena komentar-komentar dan cyberbullying,” kata Bobby.

Karena itu, Bobby meminta masyarakat dan media tidak menambah tekanan terhadap para siswa dengan komentar yang dapat memperburuk kondisi psikologis mereka.

Ia juga menyebut tim medis telah meminta para siswa mengurangi aktivitas di media sosial selama menjalani masa pemulihan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu para siswa mendapatkan suasana yang lebih tenang.

“Demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih,” ujar Bobby.

Pemerintah, lanjutnya, berupaya memastikan para siswa mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan masing-masing. Pemulihan tersebut mencakup aspek kesehatan fisik sekaligus kondisi psikologis.

Dalam pemberitaan mengenai anak, perhatian publik diharapkan tetap diarahkan pada proses penanganan dan pemulihan, bukan pada penyebaran komentar, identitas, maupun informasi pribadi yang berpotensi menambah tekanan terhadap korban.(AP/red)

Berita Terkait

Wali Kota Medan Tegaskan Peran Suami Kunci Keberhasilan Ibu Berikan ASI Eksklusif
Pesta Olob-Olob GKPS Medan Barat Diisi Beragam Kegiatan Sosial, Pj Sekdaprov Sumut Beri Apresiasi
MTQ Nasional XXXI di Semarang, Wagub Surya Bawa Pesan Bobby Nasution untuk Kafilah Sumut
Wali Kota Wesly Silalahi Ikuti KPPD Lemhannas RI, Dalami Strategi Kepemimpinan Daerah
Jambore Posyandu XIII Asahan Resmi Dibuka, Bupati Taufik Minta Kader Perkuat Pelayanan Anak
Ketua APPI Soroti PDAM Peusada: Tiga Periode Kepemimpinan, Utang dan Pelayanan Dipertanyakan
KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Prabowo Dorong Komitmen Jadi Hasil Nyata
Bawa Spirit Bandung ke KTT BRICS, Prabowo: Bersatu Kita Teguh, Terpecah Kita Runtuh

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:22 WIB

Wali Kota Medan Tegaskan Peran Suami Kunci Keberhasilan Ibu Berikan ASI Eksklusif

Minggu, 13 September 2026 - 18:14 WIB

Pesta Olob-Olob GKPS Medan Barat Diisi Beragam Kegiatan Sosial, Pj Sekdaprov Sumut Beri Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 17:56 WIB

MTQ Nasional XXXI di Semarang, Wagub Surya Bawa Pesan Bobby Nasution untuk Kafilah Sumut

Minggu, 13 September 2026 - 16:15 WIB

Wali Kota Wesly Silalahi Ikuti KPPD Lemhannas RI, Dalami Strategi Kepemimpinan Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 15:21 WIB

Jambore Posyandu XIII Asahan Resmi Dibuka, Bupati Taufik Minta Kader Perkuat Pelayanan Anak

Minggu, 13 September 2026 - 15:00 WIB

KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Prabowo Dorong Komitmen Jadi Hasil Nyata

Minggu, 13 September 2026 - 13:49 WIB

Bawa Spirit Bandung ke KTT BRICS, Prabowo: Bersatu Kita Teguh, Terpecah Kita Runtuh

Minggu, 13 September 2026 - 12:53 WIB

Momen Akrab Prabowo Bersama Modi, Putin, dan Xi Jelang Pembukaan KTT BRICS

Berita Terbaru