ATAPKOTA, SIMALUNGUN – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, bersama Ketua TP PKK, Ny. Darmawati Anton Achmad Saragih, menghadiri Pengajian Akbar se-Kecamatan Siantar di Gedung MUI Simalungun, Jalan Asahan. Sabtu, (29/6/2025).
Acara yang digelar Pengajian Akbar Nagori Pematang Simalungun ini mengangkat tema: “Bangkitkan Semangat Hijrah untuk Membangun Muslimah Bahagia, Cerdas, dan Berkualitas Demi Generasi Berakhlakul Karimah.”
Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Suyatmi, serta saritilawah oleh Suci Trisakti, menambah kekhidmatan suasana.
Katarina Manurung, selaku ketua panitia, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati dan Ketua TP PKK. “Semoga kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi kami untuk terus istiqomah dalam menuntut ilmu,” ucapnya.
Sementara itu, Nurdin Panjaitan, tokoh masyarakat sekaligus Ketua FKUB Kabupaten Simalungun, turut menyampaikan apresiasi. “Baru kali ini seorang Bupati hadir langsung dalam majelis taklim. Mari kita jadikan momentum ini untuk hijrah dan bangkit bersama,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ny. Darmawati menekankan pentingnya pengajian sebagai wadah mempererat silaturahmi dan menambah ilmu. Ia mengingatkan bahwa ilmu adalah cahaya kehidupan.
“Tanpa ilmu, hidup terasa sia-sia. Ilmu menjadi kunci menyelesaikan berbagai persoalan baik duniawi maupun ukhrawi,” tegasnya.
Bupati Anton Achmad Saragih menyambut antusias semangat umat dalam memperingati Tahun Baru Islam. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan momen hijrah untuk memperbaiki diri.
“Mari kita hijrah dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Kalau tahun ini hafal dua juz, tahun depan kita tingkatkan menjadi tiga,” ajaknya.
Bupati juga mengajak warga memperkuat akhlakul karimah, serta menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal perubahan menuju masyarakat yang lebih religius dan berdaya.
Acara diakhiri dengan tausiah dari Ustazah Rosmaniar, yang mengajak para muslimah untuk memperkuat iman, memperkaya ilmu, memperbanyak amal, dan menjaga kebersihan hati.
“Muslimah harus menjadi pelita keluarga dan generasi. Hijrah harus dimulai dari diri sendiri,” pungkas Rosmaniar.(*)

































