ATAPKOTA.COM, JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima jajaran pengurus Ruang Aksi Pemimpin Indonesia (RAPI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas upaya mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia Timur, termasuk melalui penerapan metode pembelajaran inovatif untuk membantu anak-anak menguasai kemampuan dasar membaca dan berhitung.
Salah satu metode yang dibahas adalah GASING atau Gampang, Asyik, dan Menyenangkan yang dikembangkan oleh Profesor Yohanes Surya. Metode tersebut mengedepankan proses belajar yang menyenangkan melalui aktivitas bermain dan bernyanyi agar materi lebih mudah dipahami peserta didik.
Wapres menilai penerapan metode tersebut dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membantu anak-anak yang masih mengalami kesulitan dalam kemampuan dasar membaca dan berhitung. Namun, penerapannya membutuhkan dukungan pelatih dalam jumlah yang memadai.
“Tadi kan dibahas masalah anak-anak yang belum bisa membaca, belum bisa berhitung, saya kira dengan Metode GASING ini mereka bisa cepat masuk. Jadi belajar sambil bernyanyi, bermain game. Tapi membutuhkan coach-coach (pelatih) yang banyak seperti ini dan metodenya memang dibikin se-fun (menyenangkan) mungkin,” ujar Gibran.
Gibran juga membuka peluang kolaborasi dengan RAPI untuk memperluas penerapan metode pembelajaran tersebut, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian dalam peningkatan kualitas pendidikan.
“Ini mungkin ke depan bisa kita kolaborasikan Pak. Profesor Yohanesnya turun langsung ke sini,” ungkapnya.
Selain metode pembelajaran, Wapres menyoroti pentingnya pendekatan pendidikan yang menyesuaikan karakter budaya dan potensi masyarakat di sejumlah wilayah Papua.
Salah satu contoh yang dibahas adalah Sekolah Lapang Sagu di Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Model tersebut mengintegrasikan pembelajaran dengan pengetahuan dan praktik masyarakat setempat, sekaligus diarahkan pada pemberdayaan melalui pengembangan hilirisasi sagu.
Usai pertemuan, pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina RAPI, Jimmy Boaz Oentoro, menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdiskusi dengan Wapres.
Dalam pertemuan tersebut, RAPI menyerahkan dokumen pemikiran atau white paper yang berisi hasil studi dan rekomendasi terkait percepatan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Indonesia Timur.
“Hari ini pertemuan yang sangat hangat dengan Bapak Wapres Mas Gibran Rakabuming Raka untuk memberikan white paper, pemikiran-pemikiran kepada beliau dari tim kami bagaimana akselerasi pendidikan khususnya di Indonesia Timur,” kata Jimmy.
Jimmy menjelaskan, rekomendasi tersebut disusun berdasarkan pengalaman dan studi kasus yang dilakukan RAPI selama hampir tiga tahun. Menurut dia, kegiatan RAPI tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sekolah, tetapi juga mencakup penanganan stunting, kesehatan anak sekolah, pemberdayaan keluarga, serta transformasi komunitas.
“Dan kami tidak sekadar memberikan white paper saja, tapi kami telah melakukan case study kurang lebih hampir tiga tahun. Membangun sekolahan, lalu melakukan proses stunting, bagaimana mengatasi stunting. Dan juga kesehatan bagi anak-anak sekolah, keluarga, dan transformasi di komunitasnya. Beliau sangat senang sekali,” pungkas Jimmy.(RE/red)

































