Kejar Kades Koruptor, Calon Jaksa Kejari Simalungun Hanyut di Sungai Silau

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 4 Juli 2025 - 08:13 WIB

40169 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Aparatur Sipil Negara (CANS) yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, Reynanda Primta Ginting (26), hanyut terseret arus Sungai Silau di wilayah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. (2/6)

Calon Aparatur Sipil Negara (CANS) yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, Reynanda Primta Ginting (26), hanyut terseret arus Sungai Silau di wilayah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. (2/6)

ATAPKOTA, ASAHAN – Peristiwa tragis terjadi pada Rabu (2/7/2025) sore ketika seorang Calon Aparatur Sipil Negara (CANS) yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, Reynanda Primta Ginting (26), hanyut terseret arus Sungai Silau di wilayah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Bersama Reynanda, seorang warga bernama Fahri juga turut hanyut saat mencoba membantu pengejaran terhadap seorang kepala desa yang melarikan diri.

Insiden ini bermula dari upaya penangkapan terhadap Kardianto, Kepala Desa (Pangulu) Banjar Hulu, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun. Kardianto yang merupakan target tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Simalungun dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa Tahun Anggaran 2024, nekat melompat ke Sungai Silau di kawasan Jalan HM Yamin, Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, untuk menghindari penangkapan.

Melihat aksi nekat tersebut, Reynanda bersama warga bernama Fahri langsung berusaha mengejar tersangka dengan melompat ke sungai yang saat itu sedang berarus deras. Namun naas, keduanya justru terseret arus dan hilang tanpa jejak.

Tim SAR gabungan dari berbagai instansi segera diterjunkan ke lokasi dan melakukan pencarian hingga larut malam. Namun, pencarian hari pertama tidak membuahkan hasil. Kasi Intelijen Kejari Simalungun, Edison Sumitro Situmorang, menyampaikan bahwa seluruh pegawai kejaksaan yang tergabung dalam tim masih berada di Asahan untuk mencari keberadaan korban.

“Mohon doanya ya, bang. Semoga mereka bisa ditemukan dalam keadaan terbaik,” ucap Edison kepada wartawan, seraya berharap pencarian segera membuahkan hasil.

Sementara itu, Kardianto, Kepala Desa Banjar Hulu, akhirnya berhasil diamankan oleh tim Pidsus Kejari Simalungun bersama stafnya. Mereka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Kejari Simalungun.

Wilayah Kecamatan Ujung Padang memang dikenal sebagai daerah paling ujung Kabupaten Simalungun yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Asahan, menjadikan lokasi kejadian berada dalam zona yang cukup jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.

Kamis (3/7/2025), kabar duka akhirnya datang. Jenazah Reynanda Primta Ginting ditemukan oleh tim SAR gabungan sejauh 3 kilometer dari titik awal ia dilaporkan hanyut. Jenazah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Mayat Korban Calon Aparatur Sipil Negara (CANS) yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, Reynanda Primta Ginting (26), hanyut terseret arus Sungai Silau di wilayah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara akhirnya di evakuasi oleh tim SAR usai ditemukan Kamis Pagi, (3/7)

Tim SAR menyatakan masih terus melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya, Fahri, yang hingga saat ini belum ditemukan. Mereka melakukan beberapa manuver penyisiran aliran sungai demi menemukan korban secepat mungkin.

Edison Sumitro menambahkan bahwa Reynanda merupakan calon jaksa lulusan tahun 2025 dan baru bergabung di Kejari Simalungun. Keikutsertaannya dalam tim Pidsus merupakan bagian dari proses pembelajaran di lapangan sebagai bagian dari integrasi penugasan awal.

“Dia adalah calon jaksa yang sangat berdedikasi. Saat kejadian, dia ikut dalam tim penangkapan terhadap Pangulu yang telah lama kami bidik atas dugaan korupsi,” ungkap Edison.

Namun upaya tersebut berujung duka mendalam. Menurut informasi yang dihimpun, korban diduga mengalami kelelahan saat berenang di arus deras sehingga tidak mampu bertahan hingga akhirnya tenggelam.

“Kami sekarang masih menunggu kedatangan keluarga korban dari Simalungun. Pihak kejaksaan telah menghubungi dan memberi kabar kepada keluarga sejak kemarin,” tutur Edison.

Pelarian Kardianto ke Sungai Silau bukan hanya gagal menyelamatkan dirinya dari jeratan hukum, tetapi juga telah merenggut nyawa dua orang yang berniat menjalankan tugas dan membantu.

Inspektur IV Inspektorat Kabupaten Simalungun, Elyanto purba, menyatakan bahwa kasus dugaan korupsi yang menyeret Kardianto memang sudah menjadi perhatian aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) sejak awal tahun 2025.

“Kardianto sudah diperiksa sejak Februari 2025 oleh kejaksaan. Kasusnya berkaitan dengan penyalahgunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024. Ia juga telah diperiksa oleh Irbansus (Inspektorat Pembantu Khusus),” terang Elyanto.

Namun, terkait jumlah kerugian negara yang ditimbulkan, Elyanto menyarankan agar informasi lebih rinci dapat diperoleh langsung dari Irbansus yang menangani audit keuangan kasus tersebut.

Kini, setelah tertangkapnya Kardianto, proses hukum akan terus berlanjut. Namun duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar Kejari Simalungun atas kehilangan salah satu putra terbaiknya yang gugur dalam menjalankan tugas penegakan hukum. (Larsen)

Berita Terkait

Kejar-kejaran di Pematangsiantar, Dua Warga Sumbar Diamankan Polisi Setelah Mobil Diduga Tabrak Sejumlah Pengguna Jalan
Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural
Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi
Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki
Wapres Gibran Tinjau Dampak Gempa Sikka, Minta Bantuan Menjangkau Warga di Wilayah Sulit Diakses
DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Meterai Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai 1 Triliun
Bupati Asahan Buka Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Bupati Asahan 2026
Bocah 8 Tahun Hanyut di Bah Sosopan Ditemukan Meninggal, BPBD Pematangsiantar Apresiasi Warga

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Kejar-kejaran di Pematangsiantar, Dua Warga Sumbar Diamankan Polisi Setelah Mobil Diduga Tabrak Sejumlah Pengguna Jalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Berita Terbaru