Iran Terjepit Krisis Internal dan Tekanan Global

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 3 Juli 2025 - 21:28 WIB

4089 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan 10 lantai di kota Abadan, Iran sebagian runtuh pada Senin (23/05/2022)

Bangunan 10 lantai di kota Abadan, Iran sebagian runtuh pada Senin (23/05/2022)

ATAPKOTA.COM, TEHERAN Iran kini menghadapi pengepungan dari dua arah: tekanan internasional atas program nuklir dan gelombang keresahan sosial di dalam negeri. Stabilitas rezim Presiden Masoud Pazhakian pun semakin rapuh.

Presiden Pazhakian secara sepihak menghentikan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Ia menuntut izin khusus untuk inspeksi fasilitas nuklir Iran. Pemerintah menyebut langkah ini sebagai bentuk pembelaan terhadap hak kedaulatan berdasarkan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Namun, Barat bereaksi keras. Juru Bicara Pentagon Tammy Bruce menyebut keputusan Iran sebagai tindakan “yang tidak dapat diterima.” Israel mendesak penerapan kembali sanksi melalui mekanisme Snapback.

Media garis keras Iran seperti harian Kian menyerang Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi dan bahkan menuduhnya melakukan spionase. Mereka menuntut agar Grossi diadili. Di media sosial Iran, sebagian mendukung keputusan pemerintah. Namun, kritik atas manajemen krisis justru semakin ramai.

Pada Juni, serangan militer terarah menghantam fasilitas pengayaan uranium di Fordow, Isfahan, dan Natanz. Pemerintah AS mengklaim bahwa serangan tersebut menunda program nuklir Iran selama dua tahun. Sebaliknya, Iran menyatakan tidak mengalami kerusakan permanen.

Citra satelit yang dianalisis Associated Press menunjukkan restorasi besar-besaran di lokasi. Hal ini menimbulkan keraguan atas klaim Teheran. Iran juga mengaku telah menyembunyikan puluhan ton uranium hasil pengayaan 60 persen sebelum serangan terjadi.

Di dalam negeri, kondisi ekonomi memburuk. Protes massal meletus dari kalangan pensiunan, buruh bergaji rendah, dan sopir angkutan umum. Mereka menuntut pembayaran upah dan hak sosial yang telah dijanjikan.

Pemerintah menanggapi dengan represif. Aparat menangkap para pengunjuk rasa dan memblokir akses internet selama kerusuhan. Pemutusan koneksi ini memutus aliran informasi dan melemahkan koordinasi aksi.

Meski akun-akun pro-pemerintah menyerukan solidaritas melawan “musuh luar,” suara-suara keputusasaan dan frustrasi warga tetap menggema di media sosial.

Iran juga bersikap agresif di kawasan. Mereka meningkatkan keterlibatan di Yaman dan Gaza serta memperketat kontrol laut di Selat Hormuz. Penempatan ranjau laut meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi militer yang dapat mengguncang harga minyak dan stabilitas global.

Meski demikian, diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menyatakan kesiapan untuk berdialog, meski dengan syarat ketat.

Iran kini terjepit di antara tekanan luar dan krisis dalam negeri. Penangguhan kerja sama dengan IAEA dan serangan terhadap fasilitas nuklir menimbulkan reaksi global. Sementara itu, kemarahan rakyat atas kemerosotan ekonomi memperdalam ketidakstabilan internal.

Ketegaran Teheran dalam mempertahankan program pengayaan uranium mendorong negosiasi nuklir ke ambang kegagalan. Ketegangan kawasan meningkat, sementara masa depan Iran bergantung pada bagaimana pemerintah merespons krisis yang terus memburuk. (jcpa.org)/pr

Berita Terkait

Konsul Kehormatan Belanda untuk Medan Dilantik, Sumut Bidik Kolaborasi Energi Hijau
Eks Pejabat Mossad Prediksi Rezim Iran Runtuh Sebelum Masa Jabatan Trump Berakhir
Diplomasi Rubio di Roma Dinilai Hangat, tetapi Ketegangan Trump dengan Vatikan Belum Reda
Dampak Perang Iran Meluas ke Asia, Harga Pupuk Naik dan Petani Terancam Bangkrut
Konflik Israel-Hizbullah Memanas Lagi, Drone FPV Jadi Ancaman Baru IDF
Di KTT ASEAN Cebu, Prabowo Serukan Penguatan Jaringan Energi dan Ketahanan Pangan Kawasan
Dari Cebu, Prabowo Serukan Langkah Nyata Wujudkan Visi BIMP-EAGA 2035
Prabowo Tiba di Cebu untuk KTT ASEAN, Kehadiran Maung Buatan Indonesia Tuai Apresiasi Diaspora

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:55 WIB

Bara-JP Lampung Soroti Ucapan Dasco “Jangan Teriak Hidup Jokowi”, Desak DPP Gelar Pleno

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:08 WIB

Listrik Nyala di Jalan Sutomo–Jalan Merdeka, Ini Alasannya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:02 WIB

PLN Ungkap Penyebab Gangguan Listrik di Sumatera, Pemulihan Dilakukan Bertahap

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:51 WIB

Wapres Gibran Soroti Budidaya Rumput Laut Tradisional di Rote Ndao, Hilirisasi Jadi Fokus

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:30 WIB

Hardiknas 2026, Pemko Pematangsiantar Gelar Lomba Mewarnai dan Story Telling PAUD

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:55 WIB

Cegah Narkoba Masuk THM, Polda Sumut Gelar Razia Besar di Medan

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:50 WIB

Patroli Dini Hari Brimob Sumut Gagalkan Dugaan Pencurian Besi di Medan

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:08 WIB

Pria Pecinta Vespa Antik di Pematangsiantar Ditangkap, Polisi Sita 7,17 Kg Ganja

Berita Terbaru