Mengapa Sandera di Gaza Masih Ditahan? Strategi Tekanan Global yang Belum Maksimal

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 10 Agustus 2025 - 22:19 WIB

40213 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Yitzhak Mansdorf.  (Foto : inn)

Dokter Yitzhak Mansdorf. (Foto : inn)

ATAPKOTA.COM, YERUSALEM – “Sandera yang masih ditawan di Gaza bukanlah langkah menuju perdamaian, melainkan hadiah bagi terorisme—pelanggaran hukum internasional dan kegagalan moral,” demikian pernyataan akun Bring Them Home Now dikutip dari inn.

Pesan ini mendapat dukungan luas dari pendukung Israel. Bukan sebagai tuduhan terhadap keluarga korban, melainkan sebagai seruan strategis untuk memusatkan tekanan kepada pihak yang menyandera dan mereka yang membiarkan hal ini terus terjadi.

Beberapa bulan terakhir, narasi sepihak mendominasi pemberitaan internasional. Penderitaan di Gaza sering menjadi sorotan utama, sementara penculikan warga sipil—yang jelas merupakan kejahatan perang—sering kali diabaikan. Suara-suara yang menuntut pembebasan semua sandera terdengar jauh lebih lemah dibandingkan narasi lainnya.

Sementara itu, sejumlah pemimpin Barat terus mendorong pengakuan negara Palestina, meski para sandera masih ditahan. Bahkan pihak yang tidak sependapat dengan analisis ini sekalipun dapat menyetujui satu fakta: perjuangan membentuk kesadaran publik adalah perjuangan membentuk agenda. Dan saat ini, agenda itu kalah.

Penulis menegaskan bahwa ini bukan kesalahan keluarga korban, melainkan seruan strategis bagi semua pihak yang peduli untuk mengubah fokus. Di Israel, protes adalah bagian penting demokrasi dan kerap membawa perubahan positif. Namun di luar negeri, ketika aksi protes dikuasai kelompok ekstremis yang menutupi kekerasan atau mengaburkan tanggung jawab Hamas, kemarahan yang diarahkan ke internal justru melemahkan pesan utama: ada sandera, dan pembebasan mereka harus menjadi prioritas.

Siapa yang Harus Jadi Fokus Tekanan?
Tekanan harus diarahkan kepada pihak-pihak yang memiliki pengaruh langsung terhadap nasib para sandera: Hamas dan para pendukungnya, negara-negara mediator, serta pemerintah Barat yang memiliki leverage diplomatik.

Strategi ini mencakup:

  • Demonstrasi di depan kedutaan besar Qatar, Turki, dan Mesir.

  • Penyebaran pesan yang jelas dalam bahasa target melalui media sosial dan televisi.

  • Koalisi dengan organisasi HAM untuk menuntut akses Palang Merah.

  • Sanksi terhadap individu yang terlibat dalam penyanderaan.

  • Lobi konsisten ke parlemen agar kebijakan luar negeri dikaitkan dengan kemajuan pembebasan sandera.

Prinsip dalam Diplomasi Publik

  • Fokus pada kisah manusia, bukan sekadar isu geopolitik.

  • Sebutkan nama, wajah, dan cerita para sandera.

  • Tekankan bahwa penculikan adalah kejahatan perang yang tidak dapat dinegosiasikan.

  • Tetapkan syarat jelas: setiap langkah politik atau paket bantuan harus bergantung pada pembebasan sandera tanpa syarat.

Penulis menutup dengan menegaskan bahwa di Israel kritik internal akan terus ada, tetapi di hadapan dunia, pesan harus satu: memulangkan sandera adalah ujian moral global. Energi harus diarahkan pada pusat kekuatan yang memiliki kunci pembebasan mereka. (*)

Penulis : Dokter Yitzhak Mansdorf (Penulis adalah peneliti dan pakar psikologi politik di Pusat Urusan Luar Negeri dan Keamanan Yerusalem)

Berita Terkait

Eks Pejabat Mossad Prediksi Rezim Iran Runtuh Sebelum Masa Jabatan Trump Berakhir
Diplomasi Rubio di Roma Dinilai Hangat, tetapi Ketegangan Trump dengan Vatikan Belum Reda
Dampak Perang Iran Meluas ke Asia, Harga Pupuk Naik dan Petani Terancam Bangkrut
Konflik Israel-Hizbullah Memanas Lagi, Drone FPV Jadi Ancaman Baru IDF
Di KTT ASEAN Cebu, Prabowo Serukan Penguatan Jaringan Energi dan Ketahanan Pangan Kawasan
Dari Cebu, Prabowo Serukan Langkah Nyata Wujudkan Visi BIMP-EAGA 2035
Prabowo Tiba di Cebu untuk KTT ASEAN, Kehadiran Maung Buatan Indonesia Tuai Apresiasi Diaspora
Prabowo Tiba di Filipina untuk KTT ASEAN 2026, Maung Jadi Sorotan di Forum Internasional

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:51 WIB

Wamen Ossy Sebut Hampir 50 Persen Tanah di Sulteng Sudah Bersertipikat

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:45 WIB

PERMAHI Jambi Apresiasi Integritas Kejati Jambi, Dorong Budaya Hukum yang Transparan

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:40 WIB

Rico Waas Dukung Milo Activ Indonesia Race 2026, Medan Dibidik Jadi Kota Sport Tourism Internasional

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:35 WIB

Liswati Wesly Silalahi Tutup Pembinaan Kader Posyandu di Nagapita

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:10 WIB

Kejati Sumsel Klaim Selamatkan Rp 1,2 Triliun dalam Kasus Dugaan Korupsi Kredit Bank Pemerintah

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:38 WIB

Benny Tumbur Panjaitan Kembali Pimpin PJS Simalungun Lewat Aklamasi di Muscab II 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 15:45 WIB

Hardiknas 2026 di Asahan, Bupati Bacakan 5 Program Strategis Pendidikan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:20 WIB

Sempat Melawan Pakai Gunting, Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Simalungun

Berita Terbaru