Mendagri Tito Pimpin Rakor, Wagub Surya Tegaskan Fokus Stabilitas Harga Pangan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 8 September 2025 - 23:00 WIB

40357 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mengikuti Rapat Koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri tentang Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 dan Pembahasan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah serta Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting di Ruang Sumut Smart Province Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan, Senin (8/9).

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mengikuti Rapat Koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri tentang Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 dan Pembahasan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah serta Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting di Ruang Sumut Smart Province Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan, Senin (8/9).

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara Surya bersama Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Togap Simangunsong mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanganan inflasi, kemiskinan, serta situasi pascademonstrasi. Rapat ini dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara hybrid, yakni melalui Zoom dan tatap muka di ruang Sumut Smart Province, lantai 6, Senin (8/9/2025).

Usai Rakor, Wagub Sumut Surya menegaskan agar seluruh jajaran segera berkoordinasi dan berkolaborasi dengan instansi terkait. Ia menekankan pentingnya langkah cepat untuk menanggulangi kemiskinan dan menjaga stabilitas harga pangan di Sumut.

“Salah satu komoditas yang harus menjadi perhatian adalah harga cabai merah dan beras. Segera koordinasikan dengan kabupaten/kota agar distribusi beras dan pasokan kebutuhan pokok terjamin hingga ke masyarakat,” tegas Surya.

Sebelumnya, Mendagri Muhammad Tito Karnavian melaporkan kondisi unjuk rasa yang terjadi sejak 25 Agustus hingga 7 September 2025. Menurutnya, aksi mahasiswa dan masyarakat tercatat sebanyak 228 kali di 35 provinsi, kabupaten, dan kota.

“Sekarang situasi sudah melandai. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk rekonsiliasi, rehabilitasi, serta rekonstruksi,” jelas Tito.

Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya kolaborasi. Ia menyebut target penurunan kemiskinan ekstrem harus mencapai 0,86% per tahun agar angka kemiskinan turun menjadi 5% pada 2029.

“Jumlah penduduk miskin tahun 2025 tercatat 23,85 juta orang. Sedangkan penduduk miskin ekstrem mencapai 2,38 juta orang. Karena itu, strategi penanggulangan harus tepat dan terukur,” ujar Muhaimin.

Pemerintah pusat telah menyusun strategi, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pemberian bantuan sosial tepat sasaran, hingga penciptaan peluang usaha. Selain itu, upaya penurunan kantong kemiskinan dilakukan dengan memperbaiki rumah tidak layak huni, membangun infrastruktur dasar, serta memperkuat pemberdayaan berbasis kawasan.

“Hampir seluruh provinsi menunjukkan tren penurunan tingkat kemiskinan ekstrem,” tambahnya.

Rakor ini juga dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), para kepala daerah se-Indonesia, serta jajaran kementerian dan pimpinan perangkat daerah. (And/red)

Berita Terkait

Bobby Nasution Siapkan Dukungan hingga Rp 50 Miliar untuk Kampung Kreatif Sumut
SMSI-RRI Teken MoU, Perkuat Kompetensi Wartawan dan Perangi Hoaks
Pemkab Samosir Salurkan 51 Paket Alsintan, Perluasan Lahan Bawang Putih Digenjot
Kapolda Sumut Gandeng Al-Washliyah Cegah Narkoba dan Intoleransi
Kapolda Sumut Gandeng Keuskupan Agung Medan Perangi Narkoba dan Perdagangan Manusia
Jadwal Porprovsu 2026 Berubah ke Desember, KONI Sumut Pastikan 30 Cabor Tetap Digelar
Wakapolda Sumut Bagikan Helm kepada Pengendara di Medan Amplas
Bobby Nasution Ajak Gereja dan Pemerintah Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Polisi Gerebek Warung di Dolok Silau, 24 Paket Diduga Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Wakil Bupati Asahan Buka Festival Kuliner 2026, UMKM Didorong Perluas Pasar

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Bobby Nasution Siapkan Dukungan hingga Rp 50 Miliar untuk Kampung Kreatif Sumut

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Wagub Sumut Targetkan Penyerahan RSUD dr. M. Thomsen pada 29 Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:37 WIB

SMSI-RRI Teken MoU, Perkuat Kompetensi Wartawan dan Perangi Hoaks

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Kapolda Sumut Gandeng Al-Washliyah Cegah Narkoba dan Intoleransi

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Sekda Simalungun Bantah Kas Daerah Kosong, Saldo RKUD Disebut Hampir Rp 450 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:38 WIB

DPRD Medan Bahas Perubahan Perda Kemiskinan, Bansos Diminta Tepat Sasaran

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Gerebek Warung di Dolok Silau, 24 Paket Diduga Sabu Disita

Senin, 26 Okt 2026 - 21:51 WIB