ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Anggota DPRD Kota Pematangsiantar dari Partai Hanura, Frans Theodore Sihaloho, A.Md, melaksanakan reses ke II tahun 2025 di Jalan Jamu, Gang Rambe, Kelurahan Pardamean, Kecamatan Siantar Marihat, pada Selasa (14/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban konstitusional anggota dewan untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat.
Acara yang dibuka oleh moderator Fransico Sibarani itu dihadiri oleh Lurah Pardamean Sam Andre Situngkir, tokoh agama Ustad Muhammad Ridwan, dan Haji Ibrahim Lubis. Antusiasme warga cukup tinggi, terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir untuk menyampaikan berbagai keluhan dan usulan pembangunan.
Dalam sambutannya, Frans Theodore Sihaloho menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar formalitas, melainkan sarana penting dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Kami akan kawal semua aspirasi ini hingga ke rapat paripurna agar pemerintah kota dapat menindaklanjutinya,” ujar Frans di hadapan warga.
Beberapa perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi mereka. Sangkot, Ketua RT 02, mengeluhkan lampu jalan tanpa penerangan, drainase rusak yang menyebabkan banjir, serta penumpukan sampah di sekitar sungai.
Sementara itu, M. Awaludin mengusulkan pembangunan hidran untuk antisipasi kebakaran dan kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang jamu dan cilok. Ia juga berharap adanya layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi warga.
Menanggapi hal tersebut, Frans berkomitmen menindaklanjuti satu per satu aspirasi warga.
Ia menyebutkan perbaikan lampu jalan akan dilakukan bersama pihak kelurahan, sementara persoalan drainase akan dibahas di rapat paripurna agar ditangani dinas terkait.
Untuk masalah sampah, Frans mengatakan akan menjadikannya bagian dari sosialisasi perda pengelolaan lingkungan, sedangkan pembangunan hidran masih terkendala anggaran daerah.
Terkait modal usaha mikro, ia berjanji berkoordinasi dengan Komisi II DPRD yang membidangi perekonomian dan UMKM. Adapun untuk bidang kesehatan, Frans menjelaskan adanya program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap) yang sedang digodok bersama BPJS.
Lurah Sam Andre Situngkir turut menambahkan bahwa pihak kelurahan sudah menyediakan bak penampungan sampah di dekat jembatan Jalan Jambu, dan meminta kerja sama warga untuk menyediakan lahan tambahan bila ingin menambah titik penampungan.
Selain itu, Umum Tarigan, warga setempat, mengeluhkan kabel jaringan yang sering melorot dan putus, WC komunal senilai Rp400 juta yang tidak berfungsi, serta mengusulkan adanya program bapak/ibu asuh bagi anak kurang mampu.
Frans menanggapinya dengan menyarankan pembentukan kelompok CSR masyarakat yang diverifikasi kelurahan untuk membantu anak-anak tersebut. Ia juga menyoroti pentingnya penataan jaringan kabel kota, bahkan membuka peluang menghadirkan investor.
Terkait WC komunal yang mangkrak, Frans memastikan hal itu akan dibahas di DPRD. Ia juga menyoroti pelayanan Puskesmas Pardamean yang dikeluhkan warga karena dinilai kurang ramah. “Kami akan sampaikan hal ini agar ada peningkatan kualitas layanan publik, terutama di bidang kesehatan,” katanya.
Kegiatan reses berlangsung akrab dan komunikatif, diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Muhammad Ridwan.
Frans menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat di lembaga DPRD agar benar-benar terwujud dalam kebijakan pembangunan kota. (Larsen/red)

































