ATAPKOTA.COM, MALANG – Dalam upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi Strategi Jawa Timur Menjadi Lumbung Pangan Nasional Menuju Gerbang Baru Nusantara. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pertemuan Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Acara tersebut menghadirkan Dr. H. Puguh Wiji Pamungkas, M.M., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKS. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi penopang utama pangan nasional. Karena itu, kerja sama lintas sektor harus terus ditingkatkan agar rantai produksi pangan berjalan efisien dan berkelanjutan.
“Hasil pertanian Jawa Timur kini terkoneksi dengan 19 provinsi di Indonesia bagian timur. Fakta ini membuktikan kontribusi besar Jawa Timur dalam menopang kebutuhan pangan nasional,” ujar Dr. H. Puguh Wiji Pamungkas, M.M.
Ia menambahkan, konektivitas tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian Jawa Timur tidak hanya menopang kebutuhan lokal, tetapi juga menggerakkan ekonomi antarwilayah. Oleh sebab itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas petani melalui pelatihan, teknologi pertanian modern, dan akses pasar yang lebih luas.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami peran strategis Jawa Timur sebagai motor penggerak ketahanan pangan nasional. Dengan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha, Jawa Timur berpeluang besar menjadi lumbung pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari visi besar menuju Gerbang Baru Nusantara, yang menempatkan pangan sebagai pilar utama kemandirian ekonomi bangsa. (Arifpin setro/red)
































