SBSI Kecam Penahanan Ijazah Karyawan di Pematangsiantar: Langgar Aturan Ketenagakerjaan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 21 Juli 2025 - 19:29 WIB

40540 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum SBSI Solidaritas, Ramlan Sinaga, SH, Senin, (21/7).

Ketua Umum SBSI Solidaritas, Ramlan Sinaga, SH, Senin, (21/7).

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) menyampaikan kecaman keras terhadap praktik penahanan ijazah karyawan yang terjadi di Kota Pematangsiantar.

Ketua Umum SBSI Solidaritas, Ramlan Sinaga, SH, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

“Sudah jelas dilarang. Kalau buruh merasa keberatan, silakan datang ke kita. Biar langsung kita advokasi,” tegas Ramlan kepada media melalui sambungan WhatsApp, Senin (21/7/2025).

Ia menambahkan bahwa SBSI siap melakukan pendampingan hukum kepada pekerja yang menjadi korban penahanan dokumen.

“Jangan cuma ngomong saja. Kalau memang keberatan, kita siap turun tangan. Kita ingin tahu juga motivasi perusahaan menahan ijazah itu. Apa dasarnya?” lanjut Ramlan.

Sebelumnya, pengawas PT Armour bernama Frans mengakui bahwa penahanan ijazah dilakukan sebagai jaminan, karena karyawan memegang barang milik perusahaan.

Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa praktik penahanan dokumen dilakukan secara sistematis dan disengaja.

Padahal, Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/5/HK.04.00/V/2025 secara tegas melarang perusahaan menahan ijazah atau dokumen pribadi milik pekerja dalam bentuk apa pun.

Regulasi itu dikeluarkan untuk menjamin hubungan kerja yang adil dan beradab, serta mencegah praktik intimidatif terhadap pekerja.

Hingga artikel ini diterbitkan, manajemen PT Berca Kawan Sejati belum memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini.

Sementara itu, tekanan dari berbagai pihak, termasuk organisasi buruh dan publik, semakin kuat agar pemerintah bertindak tegas terhadap perusahaan yang melanggar hak pekerja.

“Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk. Negara harus hadir melindungi pekerja,” pungkas Ramlan.

Wartawan : Ilham D / pr

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Posyandu Tak Lagi Hanya Layani Kesehatan Ibu dan Anak, Ini Transformasi yang Dibahas di Sumut
16 Orang Diperiksa, Tersangka Belum Ada: Ada Apa di Balik Dugaan Korupsi Komputer Dinkes Pematangsiantar
Wesly Silalahi Luncurkan PESONA BABANG QRIS TAMPAN, Pembayaran PBB-P2 Kini Makin Digital
Wali Kota Wesly Silalahi Terima Pengurus Wanita Islam, Bahas Sinergi dan Pemberdayaan Perempuan
TP PKK Pematangsiantar Raih Dua Penghargaan di Jambore Kader PKK Sumut 2026

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru