ATAPKOTA.COM, MALANG — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, sukses menyelenggarakan Konferensi Masa Khidmat 2021–2025 pada Minggu, 3 Agustus 2025. Acara digelar di Pendopo Kecamatan Bantur dengan mengusung tema “Meneguhkan Fatayat Bersama Perempuan Indonesia untuk Peradaban Dunia.”
Konferensi ini menjadi momentum penting bagi Fatayat NU Bantur dalam menutup masa kepengurusan periode 2021–2025 dan membuka lembaran baru bagi arah gerakan organisasi ke depan.
Ketua PAC Fatayat NU Bantur, Titik Nur Hayati, dalam sambutannya menegaskan bahwa konferensi bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga bentuk nyata komitmen Fatayat NU dalam memperkuat peran dan kontribusi perempuan Indonesia di tengah dinamika pembangunan bangsa.
“Konferensi ini merupakan penutup masa khidmat kami selama empat tahun terakhir. Kami berharap Fatayat terus menjadi garda terdepan dalam memberdayakan perempuan, baik secara sosial, ekonomi, maupun spiritual,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Camat Bantur, Bayu Jatmiko, S.STP., M.Si., yang memberikan apresiasi atas kiprah Fatayat NU dalam memberdayakan masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Ia juga mengungkapkan rencana pemanfaatan rumah dinas camat sebagai galeri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang akan dikelola secara kolaboratif guna mendukung ekonomi lokal.
“Inisiatif Fatayat sangat sejalan dengan semangat kami untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Rumah dinas camat ke depan akan menjadi pusat kegiatan produktif, termasuk sebagai galeri UMKM,” jelasnya.
Konferensi ini juga dihadiri oleh Kapolsek Bantur, AKP Totok Suprapto, S.H., M.H., jajaran Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Bantur, serta perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Fatayat NU Kabupaten Malang, yakni Fatimah dan Faridah.
Sebagai bentuk dukungan, DPC Fatayat NU Kabupaten Malang turut menyerahkan bantuan anggaran untuk mendukung kelancaran pelaksanaan konferensi.
Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi kader Fatayat NU Bantur dalam menyusun kepengurusan baru serta menyusun strategi gerakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Konferensi juga menjadi panggung untuk mempertegas peran strategis perempuan NU dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Wartawan : Arifpin Sestro

































