Digitalisasi Bansos: Sinergi IKD, Perlinsos, dan DTSEN Tekan Penyimpangan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 4 Agustus 2025 - 23:01 WIB

40299 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat koordinasi yang dipimpin Kartika Adi Putranta, Asisten Deputi Koordinasi Administrasi Wilayah dan Kependudukan, Kamis (4/8/2025), membahas strategi integrasi data IKD dengan penyaluran bantuan sosial.

Rapat koordinasi yang dipimpin Kartika Adi Putranta, Asisten Deputi Koordinasi Administrasi Wilayah dan Kependudukan, Kamis (4/8/2025), membahas strategi integrasi data IKD dengan penyaluran bantuan sosial.

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Pemerintah terus mendorong sinergi nasional antara Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan program perlindungan sosial (Perlinsos). Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien, tepat sasaran, dan transparan.

Rapat koordinasi yang dipimpin Kartika Adi Putranta, Asisten Deputi Koordinasi Administrasi Wilayah dan Kependudukan, Kamis (4/8/2025), membahas strategi integrasi data IKD dengan penyaluran bantuan sosial.

“IKD menjadi kunci memastikan bantuan tepat sasaran. Dengan identitas digital tunggal, potensi penyelewengan dapat ditekan signifikan,” tegas Kartika Adi.

Sebagai langkah awal, pemerintah menjalankan pilot project digitalisasi bantuan sosial di Banyuwangi. Proyek ini mengintegrasikan Portal Perlinsos, Single Sign-On (SSO), IKD, dan Face Recognition (FR). Hingga 18 Juli 2025, aktivasi IKD mencapai 36.000, termasuk 23.000 penerima PKH.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga berperan penting melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Per 31 Juli 2025, DTSEN mencakup 286,8 juta individu dan 94,2 juta keluarga.

“DTSEN menjadi tulang punggung validasi identitas penerima. Data ini terus dimutakhirkan melalui kerja sama antar-kementerian,” jelas Kartika.

Digitalisasi bansos diyakini tidak hanya meningkatkan akurasi, tetapi juga memberi potensi penghematan besar. Dari total anggaran bansos dan subsidi 2025 sebesar Rp504,7 triliun, digitalisasi diperkirakan mampu menghemat Rp101–127 triliun.

Penghematan terbesar diprediksi berasal dari subsidi energi, terutama LPG dan BBM.

Meski menjanjikan, implementasi di lapangan menghadapi sejumlah kendala, antara lain literasi digital masyarakat yang terbatas, minimnya perangkat pendukung IKD, serta risiko penipuan digital.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kemenko Polkam merekomendasikan agar Gugus Tugas Piloting Digitalisasi Perlinsos melibatkan dimensi sosial, politik, dan keamanan. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas nasional dalam penyaluran bantuan.

Selain itu, Kemenko Polkam juga mendorong BPS menyusun MoU integrasi data ASN, TNI, Polri, dan BUMN. Upaya ini diyakini dapat menepis isu penerima bansos tidak tepat sasaran. (Hms/red)

Berita Terkait

ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri
Resmi Dilantik, Ini 10 Menteri dan Wakil Menteri Baru Kabinet Merah Putih
Usai Direnovasi, Museum Kesaktian Pancasila Kembali Dibuka untuk Publik
Museum Kesaktian Pancasila Direnovasi, Prabowo Resmikan Tepat 1 Oktober 2026
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lubang Buaya
Mulai 1 Oktober 2026, Marketplace Pungut PPh 22 Sebesar 0,5 Persen dari Omzet Pedagang
Gibran Dorong Metode GASING untuk Percepat Pendidikan di Indonesia Timur
Prabowo Naik LRT Jakarta Bersama Warga, Ini Cerita Penyandang Disabilitas, Lansia, dan Pelajar

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Sebaran Asap Meluas di Sumut, BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:45 WIB

Wapres Gibran Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Pariwisata Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, Pengawasan Kualitas Makanan Jadi Prioritas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Final Piala Wali Kota Pematangsiantar 2026, SMAN 2 Menang Telak atas SMAN 5

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Medan Dapat 898 Unit Bedah Rumah, Rico Waas Targetkan Rampung Desember 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:18 WIB

MFCF 2026 Angkat Ulos ke Panggung Fesyen Modern, Rico Waas Bidik Pasar Internasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:14 WIB

RAPBD Medan 2027 Prioritaskan Banjir, Insentif Guru Honorer, dan Layanan Kesehatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Bobby Nasution Temui Kejati Sumut, Evaluasi Pembangunan 2026 dan Bahas Rencana 2027

Berita Terbaru