Sekdaprov Sumut Tegaskan Penerima Bantuan Iuran Jamsostek Harus Tepat Sasaran

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 26 Agustus 2025 - 20:40 WIB

40244 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekdaprov Sumut Togap Simangunsongmemimpin Rapat Koordinasi Penentuan Calon Penerima Bantuan Iuran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (JKK dan JKM) bagi pekerja rentan di Sumut tahun 2025 yang diselenggarakan di Ruang Rapat 1, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Selasa (26/8/2025)

Sekdaprov Sumut Togap Simangunsongmemimpin Rapat Koordinasi Penentuan Calon Penerima Bantuan Iuran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (JKK dan JKM) bagi pekerja rentan di Sumut tahun 2025 yang diselenggarakan di Ruang Rapat 1, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Selasa (26/8/2025)

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut), Togap Simangunsong, menegaskan penentuan calon Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jamsostek harus tepat sasaran. Bantuan berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian (JKK/JKM) ini dinilai mampu menjaga kehidupan masyarakat penerima manfaat.

Pernyataan itu disampaikan Togap saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penentuan Calon Penerima Bantuan Iuran Jamsostek bagi Pekerja Rentan Tahun 2025. Rakor berlangsung di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro 30 Medan, Selasa (26/8/2025).

“Jika terjadi sesuatu pada masyarakat penerima bantuan, mereka bisa mendapatkan manfaatnya. Jangan sampai persoalan menimpa lalu memunculkan kemiskinan baru. Filosofinya jelas, menjamin kehidupan keluarga pekerja rentan,” tegas Togap.

Ia mencontohkan masyarakat dengan ekonomi rendah yang kesulitan membiayai pelayanan kesehatan tanpa jaminan negara. Karena itu, menurutnya, pemerintah wajib hadir memberikan bantuan iuran.

“Ini juga untuk menurunkan angka kemiskinan. Saat ini angka kemiskinan ekstrem di Sumut sebesar 7%. Targetnya ditekan menjadi 2,28% pada tahun 2029. Jalannya melalui pemberian bantuan kepada pekerja rentan seperti petani dan nelayan, sebab mereka tulang punggung perekonomian Sumut,” jelas Togap yang didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut, Yuliani Siregar.

Dalam kesempatan itu, Yuliani mengungkapkan jumlah pekerja rentan di Sumut mencapai 17.359 orang dari sektor kelapa sawit, meliputi pemanen, pemupuk, buruh angkut, dan penyemprot. Sementara untuk sektor non-sawit terdapat 3.518 orang, terdiri dari pedagang perkotaan, petani, dan nelayan.

“Data ini sudah melalui proses pembahasan dan menunggu SK Gubernur. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Pemkab/Pemko untuk menentukan kuota, lalu pemerintah mendaftarkan calon peserta ke BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Yuliani.

Rakor tersebut juga dihadiri Wakil Kepala Kanwil Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Sumut, Arvino, Bupati Labuhanbatu Utara Hendri Yanto Sitorus, sejumlah wakil bupati, dan pimpinan OPD kabupaten/kota. (*)

Berita Terkait

Rico Waas Ingatkan PUD Pasar: Jangan Hanya Kejar Bisnis,Pembenahan Pasar dan Pedagang Harus Jadi Prioritas
Tinjau Kemacetan Simpang Dobi dan Titi Papan, Zakiyuddin Dorong Pelebaran Jalan
Bobby Nasution Minta Anggaran Kampung Kreatif Gunungsitoli Perhatikan Rumah Warga Miskin
Rico Waas Minta Maaf atas Gangguan Lalu Lintas akibat Pembangunan Infrastruktur di Medan
Targetkan 50.000 Lapangan Kerja, Rico Waas Dorong Integrasi Data Pencari Kerja
Pemprov Sumut Siapkan Rp 13,2 Miliar untuk Renovasi 440 Rumah Tidak Layak Huni
BRIN Ungkap Potensi Limbah Sawit Hasilkan Listrik 3,9 Gigawatt, Prabowo Dorong Percepatan Riset
Beras Sumut Surplus 27.633 Ton, Pemprov Genjot Kawasan Pertanian Unggulan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru