Seruan Dewan Pers: Media Harus Profesional, Aparat Diminta Jaga Jurnalis

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 29 Agustus 2025 - 10:46 WIB

40207 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Dewan Pers mengeluarkan Seruan No. 01/S-DP/VIII/2025 terkait pemberitaan unjuk rasa yang terjadi di Jakarta sejak Kamis (28/8/2025). Seruan ini disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Komaruddin Harahap mewakili Dewan Pers pada Jumat (29/8/2025).

Dalam seruan tersebut, Dewan Pers meminta media massa bekerja secara profesional dengan memegang teguh Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Media juga diingatkan untuk menyampaikan fakta secara akurat, jujur, dan berdasarkan itikad baik demi kepentingan publik.

Selain itu, jurnalis dan wartawan yang meliput unjuk rasa diminta untuk selalu waspada serta menjaga keselamatan diri dan liputan mereka. Dewan Pers juga menekankan pentingnya peran aparat dalam melindungi para jurnalis yang bertugas di lapangan.

“Keselamatan jurnalis adalah bagian penting dari kebebasan pers. Kami meminta aparat menjaga keamanan rekan-rekan media saat meliput,” demikian seruan Dewan Pers.

Seruan ini dikeluarkan sebagai bentuk komitmen Dewan Pers dalam memastikan kebebasan pers berjalan beriringan dengan keselamatan jurnalis serta profesionalisme media di tengah dinamika unjuk rasa.(Red)

Berita Terkait

Prabowo Dorong Akademisi Hadirkan Inovasi, Bangga Indonesia Mulai Miliki Mobil Nasional
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan demi Kemajuan Indonesia
Buka KSTI 2026, Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Motor Kemandirian Ekonomi Indonesia
Wapres Gibran Tinjau Pabrik Kendaraan Listrik di Tangerang, Soroti TKDN di Atas 60 Persen
Pemerintah Buka Voting Logo HUT Ke-81 RI, Masyarakat Bisa Pilih Desain Resmi Kemerdekaan 2026
Presiden Prabowo Tegaskan Tujuan Kemerdekaan adalah Kesejahteraan Seluruh Rakyat Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tekad untuk memperkuat dan menyejahterakan rakyat telah menjadi prinsip yang dipegangnya selama puluhan tahun. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya pada Rabu, 24 Juni 2026 di Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. “Yang penting, apakah kita sudah berbuat yang terbaik untuk bangsa, rakyat, dan saudara-saudara kita. Saya kira itu yang terpenting,” ucap Presiden Prabowo. Menurut Presiden, tujuan utama kemerdekaan Indonesia adalah menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat. Untuk itu, Presiden memilih untuk terus berjuang agar arah pembangunan ekonomi Indonesia sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menceritakan pengalamannya saat menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Saat itu, cerita Presiden, pendekatan ekonomi yang berkembang cenderung mengedepankan prinsip-prinsip neoliberal yang menempatkan mekanisme pasar sebagai solusi utama. “Saya mengatakan dalam hati saya, ini salah besar. Ini tidak mengerti apa arti negara. Tidak mengerti apa arti bernegara. Tidak mengerti kenapa kita mau merdeka,” katanya. Kemerdekaan Indonesia, tegas Kepala Negara, memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekadar terbebas dari penjajahan. Presiden menekankan bahwa negara harus memastikan masyarakat memperoleh kehidupan yang layak, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga tempat tinggal yang memadai. “Itu tujuan kita merdeka. Kita bukan merdeka hanya sekedar untuk merdeka. Untuk apa kita punya DPR? Untuk apa kita punya DPD? Untuk apa kita nyanyi lagu kebangsaan? Kalau rakyat kita tidak sejahtera,” tuturnya. “Karena itulah saya bertekad, saya berjuang. Saya terus di politik. Kalah, saya maju lagi. Kalah, maju lagi. Karena saya melihat belum ada usaha besar dari elit Indonesia untuk memperkuat rakyat Indonesia dari bawah,” lanjutnya.
Presiden Prabowo Terima Lencana Emas Adi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama dari KTNA Nasional
Di Hadapan 50 Ribu Peserta PENAS XVII, Prabowo Tegaskan Peran Strategis Petani dan Nelayan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:50 WIB

Hinca Panjaitan Ajak Petani Bunga Tebar Pesan Keadilan di Polres Karo, Resmikan Ruang Restorative Justice

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:30 WIB

Resmikan Musholla Muslimat Muhammadiyah Tomuan, Wesly Silalahi: Rumah Ibadah Bentuk Karakter Generasi Muda

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:40 WIB

PLN UP3 Pematangsiantar Salurkan 15 Paket Sembako Lewat Program Xtracare, Total 272 Paket Disalurkan Sepanjang 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:17 WIB

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih Evakuasi Pasien Jantung ke RSUD Perdagangan Saat Sidak Puskesmas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:30 WIB

Bobby Nasution Dorong PERGATSI Sumut Jadi Motor Industri Olahraga dan Penggerak Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:13 WIB

Bupati Simalungun Bangun Jalan Rp 39 Miliar di Ujung Padang, Warga Sebut Terbesar dalam Sejarah

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:55 WIB

Pemko Medan Buka Peluang Kerja Sama dengan Qingyuan, Fokus Pendidikan hingga Energi dari Sampah

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:50 WIB

Prabowo Dorong Akademisi Hadirkan Inovasi, Bangga Indonesia Mulai Miliki Mobil Nasional

Berita Terbaru