ATAPKOTA.COM, MEDAN – Kota Medan resmi masuk nominasi Paritrana Award 2025 tingkat Provinsi Sumatera Utara. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengikuti sesi wawancara bersama tim penilai dari Dinas Ketenagakerjaan Sumut dan BPJS Ketenagakerjaan melalui Zoom Meeting di Command Center Kantor Wali Kota, Selasa (16/9/2025).
Paritrana Award merupakan penghargaan tahunan Pemerintah Pusat melalui Kemenko PMK bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha yang dinilai berhasil menjalankan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara optimal.
Dalam paparannya, Rico Waas menegaskan Pemko Medan memiliki tanggung jawab besar memastikan pekerja, baik formal maupun informal, mendapat perlindungan yang layak.
“Kami berkomitmen melalui dokumen RPJMD dan RPJPD 2045. Target kami, pada 2030 Kota Medan mencapai universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan,” jelasnya.
Menurut Rico, komitmen itu diperkuat melalui dukungan anggaran di empat perangkat daerah: Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Sosial, Dinas Ketapang, dan BKAD. Selain itu, Pemko juga menerbitkan regulasi berupa Perda, Instruksi Wali Kota, dan Surat Edaran. Salah satunya mendorong perusahaan menyalurkan CSR pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.
“Inovasi lain, kami minta Kepala Lingkungan (Kepling) meng-cover minimal 25 orang untuk masuk BPJS Ketenagakerjaan, meski tanpa APBD. ASN juga kami minta mengikutsertakan pekerja di rumah maupun lingkungannya,” tambahnya.
Data terbaru menunjukkan jumlah kepesertaan Jamsostek di Medan mencakup 15.669 badan usaha, 11.047 non-ASN, 1.984 guru honor, 2.001 kepala lingkungan, 273.179 pekerja formal, 130.175 pekerja informal, serta 68.714 pekerja jasa konstruksi.
Selain itu, Pemko Medan menggunakan APBD untuk melindungi 30.485 pekerja rentan, termasuk nelayan, pedagang, pekerja rumah tangga, pemulung, penggali kubur, hingga guru mengaji.
“Semua pekerja di Medan harus terlindungi, karena mereka adalah tumpuan keluarga. Jika musibah terjadi, perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan sangat berarti,” tegas Rico Waas.
Dengan langkah ini, Pemko Medan berharap bisa meraih Paritrana Award 2025 sekaligus memperkuat jaring perlindungan sosial bagi seluruh pekerja. (Mery/red)

































