ATAPKOTA.COM, TOBA – Pengusaha material asal Balige, Pausoan Hutagaol, menggelar syukuran Markaroani atau perayaan kelahiran anak keempatnya, Lionel Raja Hutagaol, buah hati dari Pausoan Hutagaol dan Riska Sibarani.
Acara adat tersebut berlangsung meriah di Jalan By Pass Balige, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, pada Minggu, 5 Oktober 2025, pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Pausoan, yang akrab disapa Uso, dikenal luas di kalangan pengusaha karena sikapnya yang bersahaja dan mudah menolong. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa syukuran Markaroani bukan sekadar tradisi, melainkan simbol kebanggaan dan wujud syukur atas kelahiran anak laki-laki dalam budaya Batak.
“Markaroani adalah adat penting dalam keluarga Batak. Lahirnya anak laki-laki adalah karunia besar dalam garis keturunan kami. Terima kasih kepada seluruh rekan, khususnya Tulang saya, Bapak Franshendrik Tambunan, Ketua DPRD Toba, yang hadir secara khusus ke rumah kami. Doa dan berkat dari Tulang sangat berarti bagi keluarga kami,” ujar Pausoan.
Acara ini turut dihadiri sejumlah rekan dan sahabat Pausoan seperti Bernard Pasaribu, Joy Siahaan (Kopi Partukoan), Sugeng Siahaan, Polmer Simanjuntak, Jogi Simanjuntak, Pisau Lempar Tambunan, Bobby Hutagaol, serta warga dari berbagai daerah sekitar, mulai dari Desa Hutagaol, Parsuratan, Tambunan, Balige, Laguboti, Porsea, hingga Ajibata.
Uso juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan berpartisipasi dalam acara tersebut.
“Tanpa kehadiran rekan-rekan semua, acara ini tidak akan berjalan lancar. Terima kasih atas doa dan kebersamaan kita hari ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Toba dari Fraksi PDI Perjuangan, Franshendrik Tambunan, menyampaikan doa dan pesan khusus untuk keluarga Hutagaol.
“Terima kasih atas undangan dari Amang Pausoan Hutagaol yang juga Bere kami. Semoga semakin sukses, sehat, dan selalu rendah hati. Tidak ada harta yang lebih berharga dari keluarga. Tetaplah seperti Uso yang ramah dan dekat dengan masyarakat,” ujar Franshendrik.
Acara berlangsung sejak siang dengan adat penyambutan keluarga Sibarani sebagai Tulang, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah, makan bersama, dan hiburan musik hingga malam hari. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terasa sepanjang acara, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Batak.
Melalui syukuran Markaroani ini, keluarga Hutagaol menegaskan pentingnya melestarikan adat Batak di tengah modernisasi, serta menjaga nilai-nilai kekeluargaan yang menjadi identitas masyarakat Toba. (BM/red)

































